Bayi 10 bulan di Kendari diduga dianiaya ART, aksi keji ini terekam CCTV, peristiwa ini mengejutkan dan bikin publik geram.
Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Kendari, saat bayi berusia 10 bulan diduga dianiaya oleh ART. CCTV merekam seluruh aksi yang membuat warga setempat dan netizen geram. Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kondisi bayi kini? Simak fakta lengkapnya berikut hanya di ZONA INDONESIA.
Peristiwa Dugaan Penganiayaan Bayi Di Kendari
Kendari, Sulawesi Tenggara Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial NWS diduga melakukan penganiayaan terhadap bayi majikannya yang masih berusia 10 bulan, terekam kamera CCTV di rumah tempat kejadian. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib oleh majikan bayi karena merasa khawatir dengan keselamatan anaknya.
Peristiwa ini terungkap setelah sang ibu, Eva (31), memeriksa rekaman CCTV pada salah satu kamera di rumahnya. Ia menemukan perlakuan yang dianggap kasar terhadap bayinya selama periode asuhan NWS.
Laporan kemudian diterima oleh pihak Polresta Kendari, yang langsung menindaklanjuti laporan tersebut dan menangani kasus ini melalui unit yang khusus menangani perlindungan anak dan wanita.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Rekaman CCTV Dan Dugaan Kekerasan
Eva mengaku mulai curiga setelah menonton rekaman CCTV di rumahnya, yang menunjukkan dugaan perilaku kasar ketika NWS sedang mengasuh bayinya di kamar. Ia menemukan indikasi perlakuan tidak wajar sejak NWS mulai bekerja sebagai pengasuh.
NWS mulai bekerja sejak 28 Februari 2026 sampai dengan 4 Maret 2026, yang berarti rekaman CCTV dari rentang waktu itu diperiksa secara teliti oleh Eva untuk menemukan bukti tindakan yang tidak pantas.
Dari pemeriksaan tersebut, Eva menilai beberapa adegan memperlihatkan dugaan perlakuan kasar terhadap bayi yang belum sepenuhnya ia pahami, sehingga hal itu memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesejahteraan anaknya.
Baca Juga: Liburan di Gili Trawangan? Ini Alasan Mengapa Kamu Harus Kesini Sekarang
Kondisi Bayi Dan Kekhawatiran Orang Tua
Menurut Eva, meskipun tidak terlihat memar atau luka secara kasat mata setelah melihat bayinya, ia mengaku khawatir karena kondisi bayi kini sering mengalami batuk yang diduga akibat sering diguncang atau diperlakukan kasar selama diasuh oleh NWS.
Ia kemudian membawa bayi tersebut untuk visum guna mengetahui apakah ada indikasi fisik dari dugaan penganiayaan ini, meskipun hasil pemeriksaan awal belum menemukan luka yang jelas.
Kondisi bayi yang banyak batuk membuat Eva makin yakin bahwa perlakuan asisten rumah tangga itu berdampak secara fisik, meski proses pemeriksaan medis masih berlangsung dan menunggu hasil lebih lengkap agar dapat disimpulkan secara resmi.
Penanganan Kasus Oleh Polresta Kendari
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan adanya pengaduan yang dilayangkan oleh Eva terkait dugaan penganiayaan anak kepada ART. Kasus ini kemudian langsung ditangani oleh Unit PPA Satreskrim yang khusus menangani kasus anak dan perempuan.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung. Dan rencana pemeriksaan lanjutan akan dilakukan termasuk memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan.
Rencananya, pihak penyidik akan mempertemukan kedua belah pihak pengadu dan teradu pada Senin (16/3/2026). Sebagai bagian dari langkah awal penyelesaian kasus ini secara hukum.
Reaksi Publik Dan Isu Perlindungan Anak
Kasus ini langsung memicu perhatian masyarakat setelah informasi dan rekaman CCTV yang dipermasalahkan mulai beredar di media sosial. Banyak yang menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak, terutama yang masih bayi dan rentan terhadap kekerasan.
Publik juga memberikan respons terkait kewaspadaan orang tua dalam memilih asisten rumah tangga atau pengasuh anak. Guna memastikan keamanan dan kehati‑hatian optimal saat mengurus anak kecil.
Pihak kepolisian pun menekankan bahwa semua laporan kekerasan terhadap anak, terutama yang ada bukti CCTV. Akan ditindaklanjuti sesuai hukum demi keselamatan anak dan kepastian hukum bagi semua pihak.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari halodoc.com