Kopi Harian Kedai Kopi Berbasis Rumahan yang Asik Untuk Bersatai dan Silaturahmi

Kopi Harian Kedai Kopi Berbasis Rumahan yang Asik Untuk Bersatai dan Silaturahmi

Zonaindonesia.Id, Jakarta РKopi adalah sebuah minuman yang sangat disuka banyak orang didunia, termasuk di Indonesia sendiri.

Dari citarasa yang sangat nikmat banyak penikmat kopi tak segan-segan untuk datang dan menikmati seduhan kopi dikedai-kedai kopi kesukaan mereka sambil menikmati hiburan musik atau hiburan yang disediakan oleh kedai tersebut.

Tak berbeda dengan Kedai Kopi Harian yang terletak di Jalan Pancawarga III Rt 008 Rw 05 Cipinang Besar Selatan Jakarta Timur yang dibaristai oleh Mas Guntur, Kedai Kopi Harian mengusung konsep kedai kopi rumahan namun asik.

Dibuka dirumahnya sendiri dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dimasa pandemi ini Kedai Kopi Harian dibuka pada malam hari hingga tengah malam dengan alat dan mesin kopi sederhana setiap malam Kedai Kopi Harian selalu dikunjungi oleh para penikmat kopi yang rata-rata mereka adalah warga sekitar yang ingin sekedar melepas lelah dan juga kawan-kawan dari Mas Guntur sendiri, mereka datang untuk menikmati kopi sambil bermain musik dengan alat musik sederhana seperti gitar listrik bas dan kahun mixer dan beberapa salon yang sengaja disediakan untuk dimainkan sambil menikmati kopi dan makanan kecil.

Ditemui dikedai nya Rabu malam (09/06/2021) Mas Guntur mengatakan, selain berniaga dirinya membuka Kedai Kopi Harian untuk sarana bersilaturahmi dan menyalurkan hobi bermain musik juga untuk bertukar pikiran menyalurkan ide-ide usaha ditengah melememahnya bisnis akibat pandemi Covid-19, “Saya buka kedai untuk tempat silaturahmi teman-teman sambil menyalurkan hobi main musik, tukar pikiran masalah bisnis atau apa saja yang bawa manfaat”, katanya.

Dirinya juga mengatakan alat musik serta perangkat nya sebgian adalah bawaan dari teman-temannya yang kerap datang ke kedainya karena mereka adalah para penghobi musik, “Alat musik sama perangkat nya dibawa sama teman-teman kita ini karena memang mereka hobi musik dari dulu”, ungkapnya.

Terlihat sesekali mereka yang ada dikedai berbincang menceritakan nostalgia masa lalu mereka dan bercengkrama juga berbincang tentang ide-ide bisnis lalu kembali memainkan musik-musik lawas baik dalam dan luar negeri.

Saat ditanya tentang warga sekitar apakah ada yang merasa terganggu Mas Guntur mengatakan tidak ada karena mereka bermain musik sekedarnya saja, “Untuk warga biasa aja kita main musik juga nggak kenceng-kenceng malah kadang ada tetangga yg sesekali melihat kita main musik”, ujarnya.

Kedai Kopi Harian juga biasa dijadikan tempat bertemunya para pelaku bisnis kecil atau yang disering disebut COD, mereka datang dan bertemu untuk melakukan transaksi atau tawar menawar serta melihat barang yang dijual sambil minum kopi dan menikmati musik.

Mas Guntur berharap dengan adanya kedai kopi ini semoga dapat menjadi temapat yang bermanfaat bukan dari segi bisnis saja tapi bisa menjadi tempat melepas lelah dan bersilaturahmi serta tenpat menghibur diri setelah lelah bekerja seharian sambil menikmati kopi dan musik yang dimainkan sendiri.

Dirinya juga berharap ada investor yang mau bekerja sama dalam bisnis kedai kopinya, “Mudah-mudahan ada investor yang bisa kasih modal”, ujarnya sambil tartawa.
(JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *