Presiden Advocat Indonesia One: Jokowi Bapak Reformasi Advokat Indonesia

Presiden Advocat Indonesia One: Jokowi Bapak Reformasi Advokat Indonesia

Zonaindonesia.ID, Jakarta – Mungkin sebagian dari kita mengetahui bahwa pada 20 Mei setiap tahun diperingati Hari Kebangkitan Nasional terhitung sejak berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908.

Dihari peringatan Kebangkitan Nasional ini, Presidium kelompok masyarakat yang berbasis para penegak hukum yang punya semboyan “Fiat Justitia Ruat Caelum” (hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit akan runtuh), I Nyoman Adi Peri, SH selaku Presiden Advocat Indonesia One menyematkan Presiden Joko Widodo adalah Bapak Reformasi Advokat Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima, I Nyoman Adi Peri menyampaikan. Hal itu bukan tidak berdasar, bahwa di era pemerintahan Jokowi telah ada satu kebijakan yang sangat berdampak besar pada perubahan Advokat di Indonesia, jelas I Nyoman, Jum’at (21/5/2021).

Yakni sambung I Nyoman, mengenai kewenangan pengadilan tinggi untuk melakukan pelantikan dan penyumpahan terhadap para advokat untuk dapat beracara tanpa melihat latar belakang organisasinya.

“Sehingga lahir para advokat-advokat yang dapat membantu masyarakat di berbagai pelosok negeri ini dalam mencari keadilan,” ucap Alumni LEMHANNAS PPRA 43 Tahun 2009.

Di momen Hari Kebangkitan Nasional ini, I Nyoman berharap, bahwa kebangkitan kesadaran individu dan kesadaran kebangkitan kelompok untuk advokat Indonesia ke depan adalah satu kesatuan yang utuh dalam penguatan profesi.

Dalam menjalankan profesinya, seorang advokat akan menghadapi banyak pihak-pihak lain seperti diantaranya adalah pihak Kepolisian, pihak Kejaksaan, dan pihak Pengadilan yang pasti dihadapi.

Setiap pihak itu, membuat berbagai macam kebijakan dan peraturan yang dibuat sendiri untuk kepentingan dan penguatan mereka sendiri, bahkan implementasinya membuat pelemahan posisi advokat, ujar Alumni Pendidikan SSLN (Sekolah Setrategis Luar Negeri ) Di Australia.

Karena itulah, para advokat di Indonesia harus menjadi satu kesatuan untuk bisa memiliki bargaining kuat dalam menjalankan fungsi advokat dalam mencari keadilan.

Selain itu, satu kesatuan advokat di Indonesia juga sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing untuk menembus pasar internasional, tutup I Nyoman Adi Peri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS).

*/Fahmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *