Polisi Gelar Razia Kenalpot Bising di Lampu Merah Pasar Jum’at

Polisi Gelar Razia Kenalpot Bising di Lampu Merah Pasar Jum’at

Zonaindonesia.Id, Jakarta – Guna antisipasi terjadinya balap liar yang belakangan ini marak terjadi pada bulan Ramadhan 1442H khususnya pada malam hari di perbatasan Kota Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan.

Pihak kepolisian dari Lantas Jakarta Selatan pada Rabu dini hari (5/5/2021) Pukul. 00.30wib gelar Razia kenalpot bising yang dipimpin oleh Iptu Deni Setiawan, pengendali piket Pawas Lantas Polres Jakarta Selatan.

Saat dihampiri awak media, Iptu Deni Setiawan mengatakan, “Malam ini kami adakan giat sterilisasi, terutama kenalpot yang brong atau bising, karena itu sangat mengganggu dan berisik,” ucapnya.Kendaraan Motor yang Menggunakan Kenalpot Brong (Bising) Diamankan Polisi

Lalu mengantisipasi juga jangan sampai ada balap liar dan terjadinya tawuran, kata dia.

Deni menjelaskan, “Karena ini adalah perbatasan, kami juga sangat mengantisipasi takut ada yang membawa senjata tajam (Sajam) biar nantinya kita semua aman, dan bisa beribadah dengan tenang, ” tegasnya.

Intinya mencegah adanya tawuran, balap liar, kita sangat antisipasi hal seperti itu.

Untuk kali ini sudah ada 50 kendaraan yang sudah kami tindak dan sudah kami kasih peringatan, terutama yang kenalpotnya brong atau berisik, papar Deni.

Mudah-mudahan untuk kedepannya, wilayah ini aman, tidak terjadi balapan liar, dan tidak terjadi tawuran, pungkas Deni.

Terpisah, salah satu pengendara yang terjaring Razia Rafli (18) saat ditanya awak media mengatakan. “Saya ditilang, terus saya ga bawa STNK, terus ditanya, mau dikasih keringanan tidak, apa mau ambil dulu apa gimana STNKnya, ucapnya.

Terus saya mencoba nelpon orang tua dulu, tapi orang tua tidak mau ada yang datang kesini, terang Rafli.

Terus saya bilang, pak damai aja pak gimana, terus Polisi nanya, kamu adanya berapa? Saya bilang aja saya punya uang Sepuluh Ribu, ujar Rafli.

Lebih lanjut Rafli menerangkan. Saya dari wilayah BSD, saya mau kerumah teman di wilayah Kemang, saya lupa bawa surat surat, biasanya si saya bawa.

Kemarinkan bapak saya bayar pajak, jadi STNKnya di ambil sama bapak, jadi lupa di ambil lagi, papar Rafli.

Terus kunci saya diambil sama pak polisi, saya disuruh nunggu, saya juga ga tau kenapa disuruh nunggu. “Motor engga di tahan, yang di tahan cuma kuncinya,” tutup Rafli.

Terkait hal yang di alami Rafli (18) warga BSD ini, tim media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Iptu Deni Setiawan, apakah benar demikian atas pengakuan pengendara Rafli yang terjaring Razia tersebut.

Tidak benar pak biasa nya kita arahkan agar si pengendara di suruh mengambil surat-surat kendaraan nya baik SIM maupun STNK dan helm kalau yang ga pake helm ,dan yang sudah-sudah kalau tidak ada surat-surat sama sekali, kendaraannya di sita sementara sebagai barang bukti di persidangan dan di kirim BB nya di kejaksaan, jawab Iptu Deni Setiawan melalui Pesan Whatsapp, Rabu (5/5/2021) pukul. 17.05 wib. Fahmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *