Komisi I DPR RI Bersama Ditjen IKP Kemkominfo RI Menggelar Webinar Forum Diskusi Publik

Komisi I DPR RI Bersama Ditjen IKP Kemkominfo RI Menggelar Webinar Forum Diskusi Publik

Zonaindonesia.Id, Jakarta – Dengan mengambil tema “Tantangan dan Ancaman Generasi Milenial Ditengah Derasnya Arus Informasi dan Bonus Demografi” Ditjen IKP Kemkominfo RI dan DPR RI Kembali Gelar Webinar Forum Diskusi Publik, melalui aplikasi
Zoom Cloud Meeting,dan disiarkan langsung melalui Chanel YouTube Ditjen IKP Kominfo. Minggu, 2 Mei 2021

Menghadirkan narasumber H. Bachrudin Nasori selaku Anggota Komisi I DPR RI, Prof. Widodo Muktiyo selaku SAM Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa dan Sabilillah Ardie selaku Wakil Bupati Tegal.

Paparan pertama di sampaikan oleh H. Bachrudin Nasori selaku Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, beliau katakan Kaum muda atau milenial Indonesia menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi.

Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi pada tahun 2020-2035, dan puncaknya di tahun 2028-2030.

Generasi milenial sebagai penduduk terbesar, memiliki peran dominan dalam era bonus demografi. Generasi inilah yang akan menentukan arah dan roda pembangunan. Generasi milenial yang unggul dan memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan dunia luar merupakan aset bangsa yang mampu membawa bangsa Indonesia menuju arah pembangunan yang lebih maju dan dinamis.

Pada era bonus demografi, di saat penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibanding usia nonproduktif (65 tahun ke atas), dengan proporsi lebih dari 60% dari total jumlah penduduk Indonesia (BPS).

Dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah signifikan. Namun di sisi lain, bonus demografi dapat menjadi bencana apabila tidak dipersiapkan dengan baik, salah satu risikonya adalah terjebaknya Indonesia dalam middle income trap.

“Saya selaku anggota DPR RI Komisi I Dari daerah pemilihan Kabupaten Tegal berterima kasih pada Kemkominfo yang telah bekerjasama dengan komisi I DPR RI , semoga acara ini bermanfaat,dengan narasumber yang luar biasa,wakil Bupati Tegal yang dari kaum milenial tutup nya.

Paparan selanjutnya di sampaikan oleh Prof Widodo, beliau katakan situasi pandemi membuat gaya hidup kita berubah, yang tadinya kita bisa tatap muka, saat ini kita bervirtual, stay at home , salah satunya kita lakukan kegiatan ini melalui aplikasi zoom meeting.

Meskipun saat ini kita Go Virtual, jangan lupakan ibadah kita kepada Allah SWT.Kita niatkan ikut acara ini menuntut ilmu, apalagi di bulan Ramadhan ini.

Hidup kita di selimuti dengan komunikasi, yang saat ini komunikasi virtual, komunikasi yang kita bangun melindungi seluruh tumpah darah Indonesia sesuai dengan pembukaan UUD ’45.

Tahun lalu puskesmas di tuntut terkoneksi wifi dan alhamdulillah akhir tahun 2020 sudah tercapai.

Seperti di katakan Jakob Oetama bahwa informasi yang di persepsikan sebagai sumber pengetahuan mulai di khawatirkan sebagai sumber kecemasan.

Revolusi industri 4.0 pun akan menuntut kualitas dan kapasitas SDM yang lebih tinggi.

Sayangnya, kesenjangan kompetensi angkatan kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri masih menjadi permasalahan dalam pasar tenaga kerja Indonesia hingga saat ini. Diperlukan pendidikan dan pelatihan yang link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Konsep link and match tersebut akan tercipta secara optimal apabila dunia usaha dan industri turut aktif terlibat dalam pembentukan SDM.

Kaum muda harus bisa memfilter atau mencerna informasi, oleh karena nya marilah kita sharing, jangan sungkan sungkan bertanya , tutup Prof Widodo.

Paparan terakhir di sampaikan oleh Sabilillah Ardie selaku Wakil Bupati Tegal, beliau katakan sebagai kaum muda kita jangan menelan informasi begitu saja, kita harus memfilter dan mencerna informasi tersebut.

Di Kabupaten Tegal banyak kaum muda yang berpotensi, kami dari pemkab Tegal telah menyiapkan pelatihan pelatihan untuk kaum muda, ada pelatihan teknologi, fotografi, dll.

Era Society 5.0 menjadi tantangan tersendiri bagi pebisnis milenial Indonesia.

Dalam era Society 5.0 perlu diarahkan pada peran generasi milenial untuk kemajuan masa depan bangsa Indonesia. Sehingga diperlukan integrasi selain dengan pemerintah sebagai regulator, juga dengan perguruan tinggi, industri, komunitas atau masyarakat dan peran media untuk menyukseskan ini. Sehingga dalam era Society 5.0, salah satu kunci kesuksesan bisnis yang dikelola para milenial di Indonesia adalah jika konsep bisa diimplementasikan dengan baik.Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *