Persidangan Sainah vs PT BSD JPU Hadirkan Dua Saksi

Persidangan Sainah vs PT BSD JPU Hadirkan Dua Saksi

Zonaindonesia.Id, Tangerang – Sidang terdakwa Sainah (57) pada Selasa 20 April 2021 minggu lalu prihal pembacaan keputusan Sela oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, hasilnya menurut Majelis Hakim adalah Eksepsi dari tim kuasa hukum Sainah tidak cukup beralasan sehingga perkara tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

Pada persidangan kali ini dengan nomor perkara 408/pid.b/2021/pn.tng antara Sainah dengan PT BSD sudah memasuki pemeriksaan saksi-saksi, adapun kali ini saksi yang dihadirkan dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) di ruang sidang 2 Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (27/4/2021).

Tim kuasa hukum Sainah yang diwakili oleh Nazarono S.H, usai sidang menjelaskan, “Bahwa pada intinya, persidangan kali ini sudah digelar dengan agenda yaitu dengan pemeriksaan saksi-saksi dari JPU, untuk persidangan perkara tanah antara Ibu Sainah dengan PT BSD, JPU akan menghadirkan 8 (Delapan) saksi yang akan memberikan dan diminta kesaksiannya,” katanya.

Lebih lanjut Nazarono mengatakan, kali ini baru ada dua orang saksi yang dihadirkan oleh JPU, yang pertama adalah saksi atas nama Amim, yang juga sekaligus sebagai pelapor, kemudian yang kedua atas nama Rusijan. “Dua orang saksi yang dihadirkan kali ini oleh JPU merupakan Scurity yang bekerja di wilayah PT Bumi Serpong Damai (BSD),” terangnya.

Kemudian untuk sidang berikutnya, JPU akan menghadirkan saksi yang lain yang akan dimintai kesaksiannya di Pengadilan Negeri Tangerang. “Ini kan baru dua saksi yang dihadirkan oleh JPU, jadi masih ada enam saksi lagi yang akan dihadirkan oleh JPU,” jelas Nazarono.

Lanjut Nazarono lagi, dalam hal ini, Amim (Scurity BSD) dan selaku pelapor yang melakukan laporan berdasarkan surat tugas yang diberikan oleh saudara Yunizar selaku Kepala Departemen Legal PT BSD, ujarnya.

Tidak hanya itu, Nazarono pun mempertanyakan,selain surat tugas, apakah saudara Amim ini dilengkapi dengan surat kuasa, diketahui dan ternyata saudara Amim ini tidak dilengkapi surat kuasa melainkan hanya dilengkapi surat tugas saja dari Kepala Departemen Legal tersebut. “Ternyata saudara Amin hanya dilengkapi surat tugas saja dan tidak diberikan surat kuasa, jadi itu juga yang termasuk kami singgung di awal masalah legal standing Amim sebagai pelapor,” jelasnya.

Mengenai keterangan-keterangan terkait pemagaran fisik tanah yang dilakukan oleh terdakwa, saksi Amim pun menerangkan bahwa memang lebih dulu terdakwa Ibu Sainah yang menempati tanah tersebut dan membuat pagar sebelum adanya larangan-larangan atau pemasangan plang oleh PT BSD.

“Jadi Ibu Sainah terlebih dahulu yang menempati tanah tersebut kemudian mendirikan pagar, setelah itu barulah PT BSD datang dan mengklaim tanah tersebut, dan kemudian mendirikan plang seakan-akan bahwa tanah tersebut milik PT. BSD,” ungkap Nazarono.

“Pada intinya saksi Amim juga mengatakan bahwa terdakwa Ibu Sainah memang lebih dulu menempati tanah tersebut daripada plang PT BSD yang terpasang di tanah tersebut,” lanjutnya.

Untuk sidang selanjutnya, pihak dari kuasa hukum terdakwa Sainah (57) mengatakan, akan berkordinasi dengan rekan-rekan yang lain termasuk juga dengan Ibu Sainah sebagai kliennya, kemudian melakukan diskusi, apakah dalam menghadapi perkara ini membutuhkan saksi atau tidak untuk kedepannya, pungkas Nazarono.

Untuk keseimbangan berita, pihak dari PT BSD belum bisa dimintai keterangan oleh media ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *