Zoometing Skema Pemberdayaan Pemuda Dalam Menekan Radikalisme

Zoometing Skema Pemberdayaan Pemuda Dalam Menekan Radikalisme

Zonaindonesia.id, Jakarta – Forum Diskusi Publik Ditjen IKP Kemkominfo RI Bersama DPR RI menggelar webinar dengan tema
“Skema Pemberdayaan Pemuda Dalam Menekan Radikalisme”, acara melalui zoommeeting, dan di siarkan live YouTube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=97kqmULc0A8.
Kamis, 22 April 2021

Menghadirkan Keynote Speech M. Farhan selaku Anggota Komisi I DPR RI

Dan narasumber Wiryanta dari Kemkominfo RI,
Wawan Gunawan selaku pengamat Radikalisme,
I Kadek Sujanayasa selaku tokoh pemuda Bali

Dalam keynote spechnya M Farhan mengatakan Bali sebagai miniaturnya Indonesia merupakan salah satu contoh daerah sikap sikap radikalisme.

Bagaimana kita bisa menjaga apa yang menjadi tantangan kita bersama, yakni radikalisasi.

Pada saat ini terjadi fenomena radikalisasi kanan dan radikalisasi kiri, dua paham ini tumbuh subur dalam radikalisasi.

Keberadaan media sosial saat ini kita bisa dengan mudah terkoneksi dengan orang lain.

Menghadapi masalah yakni kekhawatiran kita bersama, di saat kita sedang menjaga kesatuan , ada pemahaman yang salah tentang pancasila.

Sebagai bangsa yang moderat, kita toleran tapi harus sesuai dengan pancasila, sesuai dengan kelima sila dalam pancasila.

Saya berharap acara ini bisa menambah ilmu kita dan membuka ruang ruang diskusi, kita hindari radikalisasi.tutup M
Farhan.

Narasumber pertama di sampaikan Wiryanta dari Kominfo, beliau katakan teknologi memiliki dua sisi mata uang, bagaimana kita menggunakan nya , jadi mari kita gunakan teknologi tersebut untuk kegiatan positif dan bermanfaat.

Indonesia dengan penduduk 270 juta dengan 50 % anak muda.
Kementrian Informasi dan komunikasi siap untuk membantu anak anak muda dalam hal menyiapkan generasi digital atau melek teknologi.

Narasumber kedua di sampaikan oleh Wawan Gunawan selaku pengamat Radikalisme, beliau sampaikan saya sepakat apa yang di sampaikan pak Wiryanta, bahwa penduduk Indonesia negara besar, dan anak anak muda nya sangat potensial.

Indonesia yang beragam mengalami suatu fase yakni Raksasa yang tertidur, artinya apa kita negara besar tapi sedang tidur.

Tantangan saat ini bagaimana bijak bermedia sosial, karena media sosial semua nya ada.

Definisi radikalisme merubah tatanan lama yang di kritik dengan gagasan baru melalui segala cara, merasa gagasan nya paling benar, kritik terhadap tatanan yang ada.

Rantai radikalisme intoleransi, diskriminasi , kekerasan, terorisme.

Problematika atau tantangan nya,wacana keagamaan di hadapkan dengan kebangsaan, lunturnya identitas kebudayaan.

Dan yang harus dikembangkan ukhuwah watoniyah, wawasan multikulturalisme.

Pancasila digali dari budaya bangsa Indonesia, oleh karena nya pancasila sudah final.

Yang harus kita lakukan konsolidasi multi stacholder, dialog, dan lain lain.

Narasumber terakhir di sampaikan oleh I Kadek Sujanayasa selaku tokoh pemuda Bali, Ketua Garda Pemuda Nasdem.

Beliau mengatakan pemuda jangan diam melawan radikalisme, radikalisme adalah paham atau aliran yang Radikal dalam aliran politik atau sikap ekstrem dalam aliran politik.

Sikap ekstrem ini tak jarang di tunjukkan dengan cara kekerasan, baik dalam kekerasan verbal maupun aksi kekerasan fisik.

Medsos sebagai ruang virtual mampu menciptakan keadaan manusia untuk bedakan realitas yang nyata.

Di Bali kita melakukan upaya pembentukan karakter di usia dini.
Agar tidak terpapar paham Radikal.

Saya sangat mengapresiasi kemkominfo dalam menyelenggarakan kegiatan ini, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *