Ditjen IKP Kemkominfo RI Bersama DPR RI Menggelar Webinar Forum Diskusi Publik

Zonaindonesia.id, Jakarta – Ditjen IKP Kemkominfo RI bersama DPR RI mengadakan webinar forum diskusi publik dengan mengambil tema ”Pendidikan Politik 101 bagi Generasi Muda di Era Digital”

Acara ini di gelar dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting dan di siarkan juga live di youtube swarasenayan https://youtu.be/x3XNH7gYr4A. Jumat, 16 April 2021

Acara ini menghadirkan narasumber Kresna Dewanata Phrosakh (Anggota Komisi I DPR RI), Yuliandre Darwis, Ph.D. (Komisioner KPI Pusat), Defri Pasaribu (Tokoh Pemuda Sumatera Utara).

Kresna Dewantana Phrosakh menyampaikan paparannya, pemuda Indonesia mempunyai kekuatan sendiri dan itu menjadi point untuk memajukan Indonesia.

“Jangan sampai anak anak muda menjadi objek untuk mendulang suara dalam politik, satu satu cara nya ya dengan politik, oleh karena nya pemuda jangan apatis atau masa bodoh tentang politik,”ujarnya

Pendidikan demokratis di era saat ini lebih mudah, karena inheren langsung masuk ke gadget. Dengan kemampuan kawan-kawan pemuda bisa menjadi kekuatan.

“Anak-anak muda sudah masuk ke semua lini, banyak yang kreatif, artinya pemuda Indonesia tidak banyak kekurangan, oleh karena nya anak anak muda masuklah ke politik agar bisa menjadi subjek langsung, bukan hanya menjadi objek,”paparnya

Bagaimana secara etik, politik ini di hindari atau anak anak muda tidak tertarik, jadi cara masuk politik ke anak anak muda bisa di blend dengan era saat ini.

“Mari kawan kawan pemuda masuk lah ke politik untuk memajukan Indonesia. Tiap pemilu ada masanya, dan perkembangan teknologi ini tidak bisa kita hindari,”tandas kresna

Paparan kedua di sampaikan oleh Yuliandre Darwis, Ph.D. selaku Komisioner KPI Pusat, Hari ini orang seperti marketing contest menyampaikan Penetrasi dari perkembangan teknologi, Kominfo saat ini mampu berkembang dengan cepat, sesuai dengan platform digital.

“Hal ini di katakan oleh Presiden Jokowi bahwa semua daerah harus sama rata tentang perkembangan teknologi. Politik sebagai sarana pencerdasan, wadah politik ini sebagai salah satu untuk majukan Indonesia,”terangnya

Di era digital, media sosial sebagai sarana kampanye dalam politik, aplikasi FB di pilih paling banyak dalam pasangan calon pemimpin.

“Pemanfaatan media sosial salah satunya ialah iklan, apapun jualan nya orang melihat nya dalam sudut lain. Sebagai anak muda harus bisa menggugah rasa , dan anak muda harus paham kondisi politik saat ini,”jelasnya

Anak muda harus bisa mencerna informasi, anak muda harus bisa menjual gagasan dengan baik karena era sekarang ini era posthruth. Kominfo saat ini beda dengan yang lalu, saat ini banyak ruang ruang untuk kreativitas anak muda. Pungkasnya

Paparan terakhir oleh Defri Noval Pasaribu selaku tokoh pemuda Sumatera Utara, beliau mengatakan politik begitu banyak drama, intrik dan itu bagian dari politik.

“Kesalahan yang di lakukan berulang ulang itu akan terus menerus menjadi kesalahan, oleh karenanya anak muda harus masuk ke politik agar kesalahan itu tidak berulang,”ungkapnya

Anak muda banyak di konten konten sosial, tapi sayang nya dikerjakan secara individu tidak masuk ke politik. Anak muda harus bisa memahami bahwa tak ada aktivitas politik dalam dunia ini. Semuanya masuk dalam kehidupan politik.

“Politik bisa merubah karakter seseorang, dan ini salah satu yang di takuti oleh anak muda untuk masuk dalam politik. Jadi Silahkan anak anak muda masuk ke dalam partai politik untuk memajukan Indonesia,”harapnya

Sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia ada karena ada anak anak muda, Negara ini butuh keberanian, kejujuran, integritas anak anak muda.

“Anak-anak muda harus BBM yakni Bersatu, Berjuang dan Menang, Negara harus hadir dalam pendidikan politik dan partai politik harus memberikan kesempatan kepada anak anak muda,”tutup Defri. (AW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *