Real Movie Invisible Hopes, Kisah Nyata Kehidupan Penjara Wanita

Real Movie Invisible Hopes, Kisah Nyata Kehidupan Penjara Wanita

Zonaindonesia.id, Jakarta – Lam Horas Film, salah satu komunitas film di Jakarta yang baru saja menyelesaikan sebuah film dokumenter berjudul Invisible Hopes.

Film Invisible Hopes disutradarai dan diproduseri oleh Lamtiar Simorangkir. Cerita Film ini mengangkat potret kehidupan nyata para wanita hamil serta anak-anak yang lahir dan besar di dalam penjara, dengan kebanyakan dari para peghuni lapas wanita yakni tahanan kasus Narkoba.

Rencana awalnya, Invisible Hopes akan dibuat menjadi film pendek untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada anak yang lahir dan hidup di balik jeruji besi. Kata Lamtiar usai Press Screening di Studio 8 XXI Plaza Senayan, Kamis (1/4).

Lebih lanjut lamtiar memaparkan. “Namun, dalam proses pembuatannya berkembang menjadi sebuah film panjang yang berdurasi 1 jam 45 menit.”

Kami sebagai filmmaker melakukan apa yang kami mampu, semoga film ini dapat dipakai untuk alat raising awareness, untuk bahan diskusi supaya ada sebuah solusi yang lebih baik bagi anak-anak dan ibu hamil didalam penjara.” Ujar Lamtiar.

Mulanya, Lamtiar tidak berpikir mengangkat tema tersebut. Karena, melihat fakta yang memperlihatkan cukup banyak anak-anak yang lahir di dalam penjara membuat Lamtiar tergugah.

“Ternyata banyak anak yang lahir dan dibesarkan dalam penjara, kami sangat kaget, buat kami itu tidak adil. Anak-anak itu harus hidup bebas dan bahagia, mendapatkan haknya sama seperti anak lainnya, sama seperti kami waktu kecil. Oleh karena hal itulah yang mendorong kami untuk membuat film Invisible Hopes.” Paparnya.

Proses syuting di dalam lapas tidaklah mudah bahkan sangat sulit. “Cukup susah dan kita dibantu Komnas Perempuan dan bapak ibu dari Ombudsman RI.” Kami team melakukan pendekatan secara hati-hati kepada petugas Lapas dan narsumnya. Terang Lamtiar.

Film ini direncanakan tayang di bioskop pada Mei 2021 serentak diseluruh Indonesia.

Melalui film ini, masyarakat dapat mengetahui bahwa ada kehidupan yang tak terlihat dan kerap terlupakan di dalam penjara.

Lewat film ini juga, diharapkan menjadi perhatian pemerintah menciptakan langkah yang lebih baik untuk wanita hamil dan khususnya anak-anak yang terpaksa lahir serta tinggal di dalam penjara. Pungkas Lamtiar. Ridho/Fahmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *