Modus Baru Pencurian Rumah Mewah, Berhasil Diungkap Jajaran Polres Metro Jakarta Barat

Zonaindonesia.id, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kasus pencurian spesialis rumah kosong dengan modus baru, didaerah Kedoya Selatan, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Polres Metro Jakarta Barat beserta Polsek Kebon Jeruk gelar Konferensi Pers terkait tindak pidana pencurian spesialis rumah mewah yang sudah lama kosong dengan modus baru, bertempat di TKP, Jalan Kedoya Al Kamal Blok A15/27 RT 04/04 Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Rabu (31/3).

Kapolres Jakarta Barat ,Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, bahwa kasus pencurian rumah kosong dengan mengambil dan membongkar bahan material bangunan terbilang cukup unik dan menurutnya baru pertama kali terjadi.

Kita sudah berhasil menangkap pelaku utama kasus pembongkaran rumah mewah ini dengan inisial ‘A’ , kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat dan viral di media sosial. Ujar Ady.

Lebih lanjut Ady memaparkan bahwa kasus ini dilaporkan kepolsek pada tanggal 20 maret 2021 lalu, dan rangakaian kronologis singkat dari pada kejadian ini bermula dari tersangka A, yang kebetulan tersangka A tinggal di sekitar wilayah kebon jeruk atau kedoya ini, melihat lingkungan yang ada terlihat tulisan spanduk “Rumah Ini Dijual,” kemudian dilakukan pengamatan oleh tersangka A , mengetahui kondisi rumah sepi, ini adalah rumah yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya, dimana sudah dibagi waris oleh ke 3 anak pemilik rumah. Papar Ady.

Dari kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku dengan cara melompat pagar kemudian masuk ke pintu utama lalu mencongkel pintu tersebut. Setelah berhasil masuk tersangka A menemukan kelompok anak kunci yang terdapat didalam rumah, kemudain tersangka A mengganti gembok yang ada di pintu gerbang dengan tujuan agar tidak timbul kecurigaan. Jelas Ady.

Dari situlah tersangka mencoba menawarkan bongkaran rumah atau perlengkapan rumah kepada tersangka H, kemudian tersangka H menawarkan kepada MD sebagai pengepul barang bekas dengan alasan barang tersebut dari pemilik rumah sudah melalui proses jual beli. Namun belakangan diketahui pelaku H berbohong. Tambah Ady.

Kemudian saudara MD meminta kepada beberapa tukang kuli bangunan untuk membongkar, dengan itu maka mereka masuk dengan leluasa. Karena kunci sudah diganti oleh tersangka A maka tidak menimbulkan kecurigaan oleh warga sekitar, sehingga kegiatan ini berlangsung cukup lama ,mulai dari tanggal 20 Februari lalu sampai dilaporkan tanggal 20 maret 2021 ini, waktunya hampir satu bulan. Jelas Ady.

Awal kejadian ini diketahui bermula dari kakak korban (Salah satu ahli waris) meninjau rumahnya dan melihat ada kegiatan kuli kuli bangunan sedang melakukan pembongkaran mulai dari ubin marmer, material kayu bangunan rumah. Meja, lampu, lemari, sofa dan lain-lain.Barang bukti yang digunakan para pelaku dalam melakukan aksi nya di rumah mewah tersebut

Saksi yang juga kaka korban melaporkan ke scurity dan kepolisi. Dari situlah awal penyidikan.

Kombes Ady mengatakan bahwa masih ada DPO yang diduga sebagai penadah, ada dua orang yang masih dicari. Dan dari kejadian ini, tersangka A mengakui baru sekali melakukan aksinya. Dari hasil pencurian yang dilakukan, pelaku berhasil mengumpulkan uang sebesar 19 juta rupiah. Ujar Ady.

Akan tetapi setelah dikonfirmasi kepihak pemilik, bahwa kerugian yang ditimbulkan dari bongkaran bongkaran material mencapai 1 milyar rupiah.

Dengan ini para pelaku dijerat pasal Pencurian dengan pemberatan yakni pasal 363 KUHP. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Tutup Ady. Fahmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *