Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhasil Menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhasil Menangkap Kapal Asing Pencuri Ikan

Zonaindonesia.id, Kalimantan Barat –Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus bersinergi dengan Kejaksaaan Republik Indonesia untuk memberikan efek jera kepada para pencuri ikan di laut Indonesia. Kali ini, keduanya memusnahkan empat kapal asing ilegal berbendera Vietnam di Pulau Datok, Kalimantan Barat.

Keempat kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam yang dimusnahkan itu adalah BV 5248 TS (90GT), BV 5688 TS (80GT), Suria Timur (105GT), dan KG 93255 TS (115 GT).

Sikap tanpa kompromi KKP dan Kejaksaan ini, sejalan dengan kebijakan pemberantasan illegal fishing Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menteri KKP tersebut, meminta aparat bersikap tegas kepada pelaku pencurian ikan di laut Indonesia. Penenggelaman ini pun, dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Pontianak sebagai eksekutor didampingi Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.

Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran, Nugroho Aji yang mewakili Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menjelaskan, bawa kapal-kapal tersebut ditangkap oleh aparat Ditjen PSDKP karena mencuri ikan di perairan NKRI.

“Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran di Kejaksaan RI atas kerja sama, sinergi dan dukungan dalam memerangi illegal fishing di Indonesia,” tuturnya pada Kamis, 25 Maret 2021.

Sementara Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Masyhudi dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa Pemusnahan ini dilakukan untuk memberi efek jera terhadap para pencuri ikan di laut Indonesia. Kejaksaan akan sepenuhnya mendukung KKP dalam pemberantasan illegal fishing.

“Tindakan tegas ini merupakan pelaksanaan putusan pengadilan yang sudah inkracht,” tandas Masyhudi.

Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak yang memimpin pelaksanaan eksekusi serta membacakan putusan pengadilan, Basuki Sukardjono juga menyampaikan bahwa pemusnahan terhadap keempat kapal tersebut dilakukan dengan dua metode.

Dua kapal akan dihancurkan dengan alat berat, sedangkan dua kapal lainnya akan ditenggelamkan dengan cara dilubangi dan diberikan pemberat.

“Kita didukung dan difasilitasi oleh KKP untuk melakukan pemusnahan sesuai keputusan peradilan, yaitu dengan cara dihancurkan dan kapal yang ada di Pulau Datok diisi pasir dan dilubangi sehingga kapal akan tenggelam,” pungkas Basuki.

Rencananya, rangkaian kegiatan pemusnahan kapal pencuri ikan ini akan dilanjutkan di beberapa lokasi lainnya yaitu di Natuna sebanyak 10 kapal, Sebatik Nunukan 1 kapal, Bitung 1 kapal, Merauke 3 kapal, dan Batam 1 kapal. (TK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *