Kado Terindah Untuk LPAI dari Kemenkumham RI, Resmi Putuskan Merek Logo Milik LPAI

Kado Terindah Untuk LPAI dari Kemenkumham RI, Resmi Putuskan Merek Logo Milik LPAI

ZonaIndonesia, Jakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia secara resmi memutuskan Merek dan Logo serta berikut atribut kelembagaan menjadi milik Lembaga Perlindungan Anak
Indonesia (LPAI).

Ketua Umum LPAI Dr. Seto Mulyadi, Psi M.SI., mengatakan. “Hal itu sebagaimana tertuang secara resmi dalam sertifikat merek yang dikeluarkan Kemenkumham melalui Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Dr. Freddy Harris, SH, LL.M, ACCS.”

Lebih lanjut Seto Mulyadi menjelaskan kepada awak media saat gelar jumpa pers Senin (22/03/2021). Kami Lembaga Perlindungan Anak
Indonesia (LPAI) telah menerima secara resmi, sertifikat merek LPAI dari Bapak. Nofli, Bc.IP., S. Sos., S.H., M. Sidi selaku Direktur Merek dan Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM RI pada tanggal 30 Desember 2020 yang lalu.

Dengan adanya sertifikat ini maka nama dan logo Lembaga Perlindungan Anak
Indonesia (LPAI) telah terdaftar dan diakui secara resmi dan legal oleh Pemerintah. Ujar Seto Mulyadi di Gedung Aneka Bhakti lantai. 3 Kementerian Sosial RI. Jalan Salemba Raya Nomor 28 Jakarta Pusat.

Henny Adi Hermanoe, S.Psi selaku Sekretaris Jenderal LPAI menambahkan. “Untuk diketahui, pendaftaran merek dan logo serta berikut atribut yang melekat
secara kelembagaan LPAI tersebut, telah dilakukan pengajuannya sejak tanggal 3 Juni 2017, sebagaimana termuat dalam daftar isian formulir permohonan
pendaftaran merek.” Setelah melalui rangkaian proses cukup panjang atas
permohonan tersebut, LPAI akhirnya mendapatkan nomor pendaftaran dari
Kemenkumham dengan nomor (IDM00791415) dan akhirnya diterbitkan sertifikat merek tertanggal 23 Juli 2020.

Diterimanya sertifikat merek logo ini pada tanggal 30 Desember 2020 yang lalu dari Kemenkumham RI, menjadi “kado terindah” bagi LPAI. Ini artinya, dengan demikian LPAI lah satu-satunya lembaga perlindungan anak berhak atas semua penggunaan merek dan logo tersebut, kata Henny.

Henny menegaskan, apabila terjadi pelanggaran terhadap penggunaan merek
dan logo LPAI tanpa seizin LPAI, merupakan tindakan melanggar hukum
sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 100 ayat (1) dan ayat (2) Undang-
Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis, yang berbunyi sebagai berikut.

Satu. “Setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara
paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 2 milliar.”

Dua.” Setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 2 milliar.

Dengan adanya sertifikat ini, maka nama dan logo LPAI telah diakui secara resmi
dan legal oleh Pemerintah. LPAI sebagai lembaga independen yang aktif
menjalankan kegiatan pemenuhan hak-hak anak dan kepentingan terbaik anak. Jelas Henny.Sertifikat Merek dari Kemenkumham

LPAI memiliki kantor-kantor LPA maupun LPAI yang tersebar di pelosok daerah dan provinsi se Indonesia. Terbitnya sertifikat merek ini bukan hanya menjadi kabar
gembira bagi LPAI namun juga bagi rekan-rekan LPA maupun LPAI di 34 provinsi,
kota dan kabupten di Indonesia.

Legalitas ini telah menjadi bagian dari identitas secara resmi milik LPAI. Tentunya
identitas tersebut hanya akan melekat pada satu lembaga yaitu Lembaga
Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) bukan lembaga lain sekalipun sejenisnya. Logo
LPAI hanya diperkenankan untuk digunakan oleh LPAI beserta LPA maupun LPAI
yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) secara resmi dari LPAI. Papar Henny.

Diluar ketentuan
SK dari LPAI, maka tidak diperkenankan untuk dipergunakan oleh individu ataupun lembaga-lembaga lainnya tanpa seizin LPAI. Tutup Henny. Fahmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *