Majelis Alhaddad 86 Gelar Tawakufan, Doa Bersama Serta Rowahan

Majelis Alhaddad 86 Gelar Tawakufan, Doa Bersama Serta Rowahan

Zonaindonesia.id, Jakarta- Rowahan merupakan tradisi kebudayaan Jawa untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia, seperti orang tua, kakek, nenek, tokoh pendiri kampung, wali, dan lainnya.

Tradisi ini dilakukan mulai pertengahan bulan Ruwah (bulan ke-8 dalam kalender Jawa atau bersamaan dengan Sya’ban dalam kalender Hijriah). Oleh karena itu disebut ruwahan.

Pada pertengahan bulan Ruwah, masyarakat melakukan sedekah dengan membagikan makanan berupa kolak pisang, kue apem, dan ketan kepada para tetangga.

Biasanya saat ruwahan ada makanan yang wajib ada seperti kolak, kue apem, dan ketan.Konon, makanan tersebut mengandung makna.

Pada hari kamis malam jumat, Majelis Al Haddad 86 mengadakan doa bersama, pembacaan yasin, Ratibul Haddad , tahlil serta pembacaan Maulid Simtuduror, 05 Syaban 1442 H /18 Maret 2021 M.

Khodimul Majelis Ust Abubay 86 mengatakan acara ini kita adakan untuk mendoakan saudara saudara kita yang telah wafat, banyak para ahli keluarga memberikan sedekah nya untuk acara ini, dan pahalanya di berikan untuk almarhum keluarga mereka.

Acara ini di adakan di padepokan kudengeran, jl kemuning IV, Pejaten Pasar Minggu.Abah Bagol selalu Ketua padepokan merasa senang karena tempatnya di jadikan kegiatan ini,jadi berkah , kata Bang Bagol.

Acara ini di mulai dengan maghrib berjama’ah , team hadroh Al Muhajirin menyemarakan acara ini.Setelah pembacaan Maulid ada tausiah dari Hb Haidar Alatas,dalam tausiah nya beliau mengatakan kita harus banyak bersholawat di bulan Syaban ini,karena Syaban adalah bulan nya Nabi. Pukul 21.00 Acara di akhiri dengan makan bersama  nasi kuning , semur kambing, barokah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *