Syamsuddin Sebagai Sahabat Polisi Berujar: Saya Puas Atas Kinerja Bupati Lobar dan Kapolda NTB, Tidak Memberi Ijin Kongres IPPAT di Lombok

Zonaindonesia.id, Mataram- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebelumnya sudah menerbitkan ijin rekomendasi pergelaran kongres luar biasa (KLB) Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT) Indonesia yang rencana akan digelar pada 20 Maret 2021 di Hotel Killa Senggigi mendatang, Namun, karena ada pertimbangan serta masukan dari berbagai elemen masyarakat Lombok Barat dan adanya aksi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pencinta Damai NTB Lombok, yang intinya mereka menyampaikan aspirasi ke pemda Lombok Barat, beberapa waktu lalu yaitu menolak dan meminta pemda mencabut rekomendasi tersebut, berdasarkan hal tersebut Bupati Lombok Barat mengadakan rapat terbatas dan menerbitkan kebijakan bahwa rekomendasi tersebut dibatalkan.

Berdasarkan keterangan dari Kabid Humas Polda NTB bahwa Pihak Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat juga tidak memberikan izin terkait pergelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Ikatan Pejabat Pembuat Akte Tanah (IPPAT), yang rencananya akan digelar pada 20 Maret 2021 di Hotel Killa Senggigi mendatang, dikarenakan acara tersebut akan memicu kerumunan yang luar biasa, dan juga pada saat ini pemerintah Provinsi NTB, TNI dan POLRI sedang berupaya mencegah penularan Covid-19, karena pada saat ini TNI, POLRI bersama pemerintah Provinsi NTB terus menerus melakukan Sosialisasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dan juga telah meluncurkan program kampung sehat 2 yang tujuannya untuk mengurangi angka penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

Terkait ramai dibicarakan tentang pelaksanaan Kongres tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sahabat Polisi Indonesia Nusa Tenggara Barat, Syamsuddin mengatakan. “Saya merasa puas dan mengapresiasi Bupati Lombok Barat dan Kapolda NTB untuk tidak memberikan ijin pelaksanaan tersebut, dimana dengan diadakan pagelaran kongres itu dapat menimbulkan Klaster baru dan dapat membuat kerumunan yang berpotensi melanggar Protokol Kesehatan.”

“Kami dari Sahabat Polisi Indonesia Nusa Tenggara Barat, berterima kasih atas keputusan Bupati Lombok Barat terkait pencabutan ijin rekomendasi Kongres tersebut dan Mengapresiasi Sikap Tegas dan Sigap Kapolda NTB dalam melindungi kami selaku Masyarakat NTB agar terhindar dari Penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB, lagi sekali Kami atas nama Masyarakat NTB, mengapresiasi se tinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Lobar dan Bapak Kapolda NTB telah menyelamatkan kami dari bahaya itu. “ Ungkap Syamsuddin Ketua Sahabat Polisi Nusa Tenggara Barat di Sekretariat sementara SPI NTB, Rabu (17/03/2021).

Syamsuddin menambahkan, “ Bahwa sangat kita ketahui kalo kepolisian memiliki kewenangan untuk membubarkan massa yang tidak mentaati aturan karena sudah sangat jelas memiliki dasar hukum yaitu Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dan Pasal 212 KUHP, 216 KUHP, dan 218 KUHP, namun peru kita ketahui bersama agar kita tidak salah penafsiran bahwa Kepolisian sebelum mengamankan warga yang berkerumun, terlebih dahulu POLRI dalam hal Ini Polda NTB akan melakukan upaya persuasif berupa himbauan untuk membubarkan diri dan membubarkan masa dengan paksa.” Jelas Bung Syam nama akrab panggilan Ketua SPI NTB.

Sambung Bung Syam mengajak semua Pengurus SPI NTB dan Masyarakat NTB agar bersinergi bersama Pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid -19 dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan.

“Kami bersama Pengurus DPW Sahabat Polisi Indonesia Nusa Tenggara Barat mendukung penuh program pemerintah, TNI dan POLRI dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB dan kami berharap partisipasi kita semua sebagai Masyarakat Sipil untuk ikut andil Gotong Royong melawan Covid -19 untuk NTB Sehat dan Bangkit, serta mari kita sukseskan Program Pemerintah yaitu Kampung Sehat 2 dengan tetap Menjaga Protokol Kesehatan yaitu minimal Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menggunakan Masker.” tutup Syamsuddin. ( Christy )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *