Mohammad Saleh Luruskan Diskursus Tentang Pancasila Sebagai Dasar Negara

Mohammad Saleh Luruskan Diskursus Tentang Pancasila Sebagai Dasar Negara

Zonaindonesia.id, Bengkulu- H. Mohammad Saleh SE, Anggota DPR RI Dapil Provinsi Bengkulu kembali mengadakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya pada Senin (25/01/21). Bertempat di Auditorium Komunitas Kampung Inggris Kota Bengkulu, Anggota Komisi VIII tersebut tidak hanya melibatkan pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar bahasa asing di Kampung Inggris, tapi juga masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Acara yang dipadati oleh sekitar 200 peserta ini berlangsung tetap berlangsung kondusif walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19. Panitia menerapkan protokol kesehatan kepada semua peserta. Sebelum memasuki ruangan, setiap peserta dicek suhu tubuhnya, diminta untuk mencuci tangan, serta mengenakan masker. Walaupun pada praktiknya, mereka sulit untuk menjaga jarak, karena banyaknya peserta yang datang,

Ketika dikonfirmasi tentang membludaknya peserta yang melebihi kapasitas ruangan, panitia mengatakan bahwa sebenarnya mereka sudah melakukan langkah antisipatif terhadap kemungkinan tersebut. Panitia mengatakan bahwa mereka hanya menyebarkan undangan sebanyak 150 lembar, kepada pelajar dan mahasiswa yang tergaung dalam komunitas Kampung Inggris, dan masyarakat sekitar.

Namun antusiasme masyarakat tidak bisa dibendung, karena mereka tahu bahwa penyelenggara acara tersebut adalah anggota DPR RI. Masyarakat biasanya memanfaatkan kesempatan bertemu dengan anggota dewan, dengan menyampaikan aspirasi yang mereka hadapi.
Karena banyaknya peserta itulah, berkali-kali Mohammad Saleh meminta agar mereka membatasi interaksi fisik antar sesama peserta.

“Saya tidak sama sekali tidak menyangka, peserta yang datang pada acara kali ini melebihi kapasitas, sehingga tidak bisa menerapkan protokol kesehatan phisycal distancing atau menjaga jarak. Oleh karena itu, saya minta kepada semua yang ada di ruangan ini untuk membatasi interaksi fisik. Jangan bersalaman satu sama lain,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Saleh lebih menitikberatkan paparannya pada diskursus tentang kedudukan Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, Pancasila merupakan dasar yang paling pas untuk mengakomodir pluralitas masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa, agama, ideologi, dan tradisi.

“Harus diakui bahwa penetapan Pancasila sebagai dasar negara merupakan keputusan yang hebat. Mengapa? Karena Pancasila bisa menjadi poros yang bisa mengakomodir semua nilai luhur yang diyakini, dianut, dan dipraktikkan masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Kehebatannya adalah, Pancasila tidak bertentangan dengan semua semangat nilai-nilai luhur yang diinternalisasi oleh masyarakat. Baik nilai luhur itu didasarkan pada ajaran agama, pada adat atau tradisi, atau bahkan kearifan lokal yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk ini,” paparnya.

Lebih lanjut Mohammad Saleh menegaskan bahwa Pancasila dalam sejarah perjalanannya memang mengalami pasang surut dan kritik. Realitas itu wajar, karena menurutnya, semua konsepsi pasti mengalami hal yang sama.
“Pancasila memang banyak yang mengkritik. Tapi bukankah semua konsepsi, ide, gagasan, ideologi, dan yang sejenisnya tidak akan luput dari kritik? Jangankan Pancasila, bahkan agama pun juga tak luput dari kritik,” terangnya.

Antusiasme peserta begitu terlihat selama berlangsungnya acara. Ketika sesi diskusi dibuka, banyak peserta yang mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan. Moderator sampai kewalahan dan membagi tanya jawab menjadi empat sesi. Setiap sesi terdiri dari dari lima pertanyaan. Banyaknya pertanyaan ini, membuat acara berlangsung lebih lama dari yang dijadwalkan.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme peserta sosialisasi kali ini. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki wawasan yang luas tentang Pancasila sebagai dasar negara.

Nampaknya, ke depan kita perlu mengadakan sosialisasi khusus kepada para mahasiswa dan pelajar, karena pertanyaan-pertanyaan kritis yang kalian ajukan dalam forum ini, membuat saya bangga. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan pelajar kangpung Inggris memiliki tradisi literasi yang bagus,” pungkas Mohammad Saleh selesai menjawab pertanyaan terakhir yang diajukan peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *