Kisah Ahli Ibadah Tetapi Masuk Neraka

Kisah Ahli Ibadah Tetapi Masuk Neraka

Zonaindonesia.id- Surga adalah tempat terakhir yang di dambakan setiap orang, karena di dalan surga dipenuhi kenikmatan bagi penghuni nya.

Surga dapat diraih oleh hamba yang selalu rajin dan tekun beribadah yang dilandasi dengan ilmu nya serta hati yang bersih dengan menjalankan perintah Allah Subhanahuwata’ala dan menjalankan sunah-sunah Rosulullah Sallahu Alaihi Wasalam dengan hanya mengharap keridhoan dari Nya.

Dinukil dari kitab Sittuna Qishshah Imam Ahmad mengatakan, ” Telah dikisahkan kepada kami, Abu Amir telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Ammar dari Damdam Ibnu Jausy Al Yamami mengatakan bahwa Abu Hurairah pernah berkata kepada nya :

“Hai Yamami jangan sekali-kali kamu mengatakan
terhadap seseorang “Semoga Allah tidak mengampuni mu, atau semoga Allah tidak memasukan mu kedalam surga”.

Lalu Yamami berkata “Hai Abu Hurairah sesungguh nya kalimat tersebut biasa di katakan oleh seseorang terhadap saudara nya dan teman nya jika dalam keadaan marah”.

Abu Hurairah RA berkata ” Jangan kamu katakan hal itu karena sesungguh nya aku pernah mendegar Rosulullah bersabda, “Dahulu di kalangan umat bani israil terdapat dua orang lelaki salah seorang rajin ibadah, sedangkan yang lain nya zalim terhadap diri nya sendiri dia ahli maksiat”.

“Kedua nya sudah seperti saudara. Orang yang rajin ibadah selalu melihat saudara nya berbuat dosa dan mengatakan kepada nya ‘Hai kamu hentikanlah perbuatan mu”. Tetapi saudara nya itu menjawab “Biarlah aku dan Tuhanku, apakah kamu ditugaskan untuk terus mengawasiku? “.

Hingga pada suatu hari yang rajin ibadah melihat saudara nya yang ahli maksiat itu melakukan perbuatan dosa yang menurut penilaian nya sangat besar dosa nya.

Maka dia berkata kepada nya “Hai kamu hentikanlah perbuatan mu”. Dan orang yang di tegur nya menjawab “Biarlah aku, ini urusan Tuhanku, apakah engkau diutuskan sebagai pengawasku ?”.

Maka yang rajin beribadah berkata “Demi Allah semoga Allah tidak memberi keampunan kepada mu, atau semoga Allah tidak memasukan mu kedalam surga untuk selama-lama nya.

Abu Hurairah melanjutkan kisah nya, bahwa setelah itu Allah mengutus seorang malaikat untuk mencabut nyawa kedua orang tersebut, dan kedua nya berkumpul dihadapan Allah.

Maka Allah Ta’ala berfirman kepada orang yang berdosa “Pergilah, dan masuklah kedalam surga dengan rahmat-Ku”.

Sedangkan kepada yang lain nya Allah Ta’ala berfirman “Apakah kamu merasa alim? Apakah kamu mampu meraih apa yang ada di tangan kekuasaan-Ku?, Bawalah dia kedalam neraka”.

Rasulullah bersabda “Demi Tuhan yang jiwa Abul Qasim berada didalam genggaman kekuasaan-Nya sesungguh nya orang tersebut (yang masuk neraka) benar-benar mengucapakan suatu kalimat yang menghancurkan dunia dan akhirat nya”.

Imam Abu Daud meriwayatkan nya melalui hadist Ikrimah Ibnu Ammar bahwa Damdam Ibnu Jausy menceritakan kepadanya dengan lafadz yang sama.

Dari kisah tersebut terdapat nasehat bahwa kita tidaklah di benarkan membangga-banggakan ibadah yang telah kita lakukan, dan menjadi hakim atas orang lain lalu menilai orang lain masuk neraka, karena surga dan neraka hanya Allah lah yang menentukan kepada hamba-Nya sedang hamba tersebut hanya berhak beribadah sesuai dengan perintah-Nya dengan mengikuti ajaran dari Rosulullah tanpa didasari dengan rasa sombong.

Karena rasa sombong adalah sesuatu yang dapat menghancurkan kita, separti yang di firmankan Allah di dalam Al Qur’an:

“Maka turunlah kamu darinya (surga)’, karena kamu tidak sepatut nya menyombongkan diri di dalam nya. Keluarlah ! Sesungguh nya kamu termasuk mahluk yang hina”. QS Al A’raf ayat 13.

Allah menghinakan orang yang sombong baik dalam ibadah ataupun dalam perbuatan lain nya karena Allah memerintahkan kita untuk selalu beribadah dalam segala hal seperti yang di firmankan di dalam Al Qur’an

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Ku”. QS Adz-Dzaariyaat ayat 56.

Dan sesungguh nya Allah memiliki hak preogratif atau hak menentukan segala nya yang di sebut hak jaiz atau hak yang tidak boleh dan tidak bisa dimiliki oleh siapapun kecuali hanya Allah sendiri, sesuai dengan firman Nya :

“Katakanlah: ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguh nya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” QS Ali Imran ayat 26.

Syekh Thahir Al-Jazairi dalam kitab Al Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al Islamiyyah menjelaskan makna dari sifat ini menurut beliau sifat jaiz bagi Allah adalah melakukan hal-hal yang mungkin dan atau meninggalkan nya seperti dijadikan nya manusia kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan termasuk memasukan hamba nya kedalam surga atau neraka.

Dalam kitab tersebut di jelaskan, sifat jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu yang arti nya Allah mungkin mengerjakan sesuatu atau meninggalkan nya.

Seperti dalam kisah yang pernah diriwayatkan tentang Allah memasukan pelacur dan seekor anjing kedalam surga dan Allah memasukan orang baik dan seorang ahli ibadah kedalam neraka seperti kisah Barseso seorang ahli ibadah yang memiliki enam ribu orang murid tetapi di masukan Allah kedalam neraka.

Dan masih banyak kisah-kisah lain nya tentang hal tersebut, karena kita tidak akan bisa mengandalkan ibadah kita untuk masuk kedalam surga nya Allah akan tetapi dengan syafaat dari Rosulullah serta rahmat nya Allah lah yang dapat menentukan nya.

Wallahualambisawab

Ditulis kembali oleh tim redaksi.
(JS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *