H.Allan Nurichsan Rachman : Birokrasi Itu Tidak Usah Terganggu Dengan Pergantian Pemimpin Politik

H.Allan Nurichsan Rachman : Birokrasi Itu Tidak Usah Terganggu Dengan Pergantian Pemimpin Politik

Zonaindonesia.id- Menurut Salah satu tokoh Jawa Barat , Bapak H Allan Nurichsan Rachman. Bahwa birokrasi itu jika diibaratkan harusnya seperti mesin yang diciptakan sebagai alat untuk mempermudah manusia dalam melaksanakan pekerjaan nya. Sebut saja mobil atau unit komputer dibuat sebagai alat yang canggih demi membantu manusia.

Dan Birokrasi itu merupakan alat negara yang diciptakan untuk mempermudah negara dalam mencapai tujuan nya.

Yang cukup heran birokrasi sebagai mesin, tapi kerjanya selalu terganggu dan berubah-ubah seiring pergantian pemimpin politik. Padahal harusnya tidak begitu.

Saya lama di Luar negeri, dan sering memperhatikan kerja birokrasinya. Contohnya di Amerika, siapapun Presiden nya mesin birokrasi itu tetap jalan seperti biasanya.
Karena saya orang Jawa Barat, fokus saya tentu pada birokrasi yang ada di Jawa Barat khususnya. Saya melihat komponen dan struktur mesin birokrasi Provinsi Jawa Barat itu sudah bagus. Jika diibaratkan sebut saja unit komputer ada Processor, Memori, Motherboard, Power Supply, VGA dll. Tapi dengan kehadiran seorang kepada daerah baru (gubernur). kenapa malah menambah komponen baru. Padahal lebih baik maksimalkan saja mesin itu dengan baik.

‘’Kalau kita paham soal birokrasi, sejujurnya, sangat tidak perlu menambah-nambah lagi institusi lain, selain yang telah ada. Malah jadi obesitas nantinya. Ujungnya kerja birokrat jadi terganggu’’
Lebih lanjut kata H Allan, bahwa tipe birokrasi di Indonesia ini umunya birokrasi yang menitikberatkan pada hubungan bapak-anak atau patron-client. Dimana dalam hubungan ini yang lebih diuntungkan adalah posisi bapak. Seorang bapak harus dilayani, dipenuhi kebutuhannya, dan harus selalu disenangkan hatinya. Akibat dari tipe birokrasi yang seperti ini, kinerja birokrasi jelas terganggu karena anak yang seharusnya melayani masyarakat, justru lebih disibukkan dengan pelayanan kepada nya.

Bahwa birokrasi pemerintahan pada hakekatnya merupakan suatu sistem, sekali lagi ibarat mesin. Sebab teori dasarnya birokrasi itu sistem yang terstruktur, dengan hirarki, pembagian pekerjaan, dan promosi yang jelas dan tegas berdasarkan kemampuan, kualifikasi tehnis dan prestasi, tidak bersifat impersonal, serta digerakkan dan dikendalikan berdasarkan prosedur dan aturan yang ketat. jika ditegaskan bahwa model birokrasi seperti ini menunjukkan bahwa birokrasi sebagai sebuah mesin atau sarana yang dipergunakan untuk merealisasikan tujuan-tujuan tertentu yang telah dirumuskan oleh pejabat politik dan konsitusi.

Sekali lagi, saya tegaskan. Bahwa seorang kepala daerah itu lebih baik me maksimalkan potensi birokrasi yang telah ada, dibanding membuat tambahan-tambahan komponen yang sesungguhnya hanya assesories. Hal demikian Bukanlah unsur penting namun malah nantinya mengganggu kerja dan parahnya dapat menjadikan semakin panjangnya prosedur kerja. Akibatnya pelayanan tidak optimal. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *