Al Kautsar : Dari Tak Tahu Menahu Menjadi Tak Punya Malu : Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat Oleh KSP Moeldoko

Al Kautsar : Dari Tak Tahu Menahu Menjadi Tak Punya Malu : Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat Oleh KSP Moeldoko

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Saat anak muda Myanmar sedang berduka akibat tewasnya martir demokrasi, Ma Kyal Sin seorang srikandi yang tewas bersamaan martir lainnya saat melawan diktatoriat militer karena mengangkangi demokrasi dan mengembalikan Myanmar menjadi negara otoriter. Anak muda Indonesia berduka karena tindakan pejabat negara yang membajak demokrasi dalam tubuh partai politik. Adalah Agus Harimurti Yudhoyono yang sedang berjuang mempertahankan kepemimpinannya dalam Partai Demokrat dari pejabat negara dan orang tua tak bermoral yang berpaham feodal – mereka mencoba melawan arah gerak dan jarak sejarah dengan tidak mau dipimpin oleh anak muda. Ingat kata Soekarno bahwa ”Siapa yang menentang jarak dan arahnya sejarah, tidak perduli dari bangsa apapun ia akan digiling dan digilas oleh sejarah”.

Parahnya, pejabat penting kekuasaan ikut melibatkan diri dalam Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan dalam Partai Demokrat. Adalah Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai representasi kekuasan. Sulit sekali tidak menghubungan tindakan amoral ini tanpa sepengetahuan kekuasaan (baca : Presiden). Memang kita tak boleh suuzon. Mungkin saja Presiden akan memecat Kepala KSP Moeldoko. Jika pemecatan tidak ada akan bermakna ada restu dari kekuasaan, seperti gosip yang beredar.

Tindakan Moeldoko dapat diartikan sebagai pembajakan demokrasi. Sejarah baru bagi bangsa Indonesia bahwa pihak kekuasaan melakukan kudeta kepemimpinan dalam tubuh partai politik. Selain itu, tindakan KSP Moeldoko rentan dengan penyalahgunaan kekuasaan. Bayangkan saja, anda bersama kawan-kawan anda telah mengatur strategi untuk kepentingan orang banyak, malah harapan kalian diambil paksa oleh orang yang punya kuasa dan modal. Sungguh menakutkan.

Keterlibatan KSP Moeldoko bukan saja merusak demokrasi Partai Demokrat, tapi Merusak Demokrasi Indonesia yang dibangun dengan darah, air mata dan nyawa. Mungkinkah KSP Moeldoko dan para orang tua amoral itu ingin mengulang peristiwa tragis perjuangan demokrasi seperti yang terjadi pada peritiwa kudatuli yang menimpa PDI-Perjuangan ? Allahualam, yang jelas akibat nafsu berkuasa mereka, satu orang anggota sah Partai Demokrat masuk rumah sakit karena penganiayaan pada Kongres Luar Biasa abal-abal itu.

Perlu diketahui, pada hari Senin 1 Februari 2021, Saat Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melakukan Commanders Call dengan menyampaikan bahwa ada Gerakan Pengambialihan Kepemimpinan Partai Demokrat yang melibatkan mantan kader kasus terpidana korupsi dan pecatan serta melibatkan pihak kekuasaan (KSP Moeldoko). Malamnya KSP Moeldoko melakukan klarifikasi dengan mengatakan bahwa dirinya tidak terlibat dan tidak tahu menahu.

Ucapan itu terbantahkan oleh berbagai fakta menuju dan saat Kongres Luar Biasa abal-abal yang menunjuk KSP Moeldoko sebagai ketua umum – Ini jelas sudah direncanakan dengan matang seperti pengakuan Mantan Panglima TNI dalam sebuah kanal youtube. Aneh bin ajaib, seorang yang masih berstatus sebagai anggota partai lain, lalu tidak pernah menjalani proses, serta tidak memiliki kartu anggota partai ditunjuk sebagai ketua umum.

Betapa tak punya malu, mengaku diri sebagai demokrat tapi mengangkangi proses demokrasi. Beginikah potret seorang yang mendaku diri sebagai patriot, ksatria, nasionalis, bahkan negarawan? Faktanya jauh panggang dari api. Menurutku, itu tidak lebih dari tindakan seorang pecundang. KSP Moeldoko awalnya tak tahu menahu, akhirnya tak punya malu.

Perlu diingat, KSP Moeldoko merupakan panglima di era Presiden SBY. Seorang yang telah berjasa terhadapnya malah dia curangi. Pepatah air susu dibalas air tuba, kebaikan dibalas kejahatan nyata adanya. Padahal KSP Moeldoko, bisa menggunakan cara yang lebih elegan untuk menjadi ketua umum partai politik. Dia bisa saja membangun partai politik dengan jejaring yang dia miliki. Tapi faktanya dia memilih jalan yang amoral dan tak beretika dalam perjalanan politiknya.

Dia tidak memikirkan bahwa tindakannya adalah bagian kemunduran (baca : pembajakan) demokrasi. Dia tidak peduli, bahwa tindakannya bisa saja mengakibatkan pertumpahan darah. Sungguh keji. Tidak elok rasanya, Indonesia yang kaya, beradab, sopan, santun, menjunjung tinggi persatuan, musyawarah-mufakat dengan prinsip gotong-royong dipimpin oleh orang seperti KSP Moeldoko.

Tanpa keringat, proses dan pengabdian panjang terhadap Partai Demokrat, ia bangga ditunjuk sebagai ketua umum Kongres Luar Biasa abal-abal.

Saya punya pesan untuk KSP Moeldoko agar membaca petuah Pram (tahanan politik orde baru) agar tahu diri dan punya malu, kira-kira begini bunyinya “Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri”.

Gerakan Pengambialihan Kepemimpinan Partai Demokrat oleh KSP Moeldoko dan sekutunya tidak boleh didiamkan. Ini menguji kesadaran waras dan komitmen kita dalam berdemokrasi. Lebih jauh, peristiwa ini mencoba memutasi kepemimpinan anak muda dalam sejarah kepemimpinan nasional.
Ayo Selamatkan Demokrat, Selamatkan Demokrasi Indonesia

Penulis :Alkautsar
Taruna Akademi Demokrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *