Perkumpulan Santri Pasundan :  Pak Ridwan Kamil, Rumah Pakuan itu Bukan Sekertariat LSM Jabar Bergerak

Perkumpulan Santri Pasundan : Pak Ridwan Kamil, Rumah Pakuan itu Bukan Sekertariat LSM Jabar Bergerak

ZONAINDONESIA.ID- Penjelasan lanjutan Ustadz Acep Rahmat, sebagai Wakil Sekretaris Perkumpulan Santri Pasundan, saat di hubungi di kediamannya yang berada di Batu Jajar,Bandung Barat. Terkait LSM Jabar Bergerak yang pernah ia soroti.

Saya kan sudah menyampaikan dua kali soal LSM Jabar Bergerak ini. Terlepas dengan anggapan soal kecemburuan sosial. Sebab hal itupun wajar terjadi, bukan nya Pak Gubernur milik semua, jadi wajar semua ikut bicara. Iya sih Pak Ridwan Kamil milik ibu atalia, tapi Gubernur itu milik semua warga Jawa Barat. Meski demikian, saya tak ingin terlalap pada bahasan soal itu.

Yang saya komentari dari sejak awal adalah ketidak etisan, dugaan nepotisme, dan kekhawatiran saya pribadi, jangan sampai Gubernur dan istrinya terjerumus pada tindak korupsi yang terselubung.

Khusus, Soal istilah “korupsi terselubung” itu. Karena saya melihat adanya keterlibatan Gubernur sebagai pelindung LSM Dadakan ini. Yang kemudian ibu Atalia yang notabene sebagai istri pak RK, menjabat ketuanya. Tidak hanya itu, para pengurus di kota dan kabupaten pun banyak diisi oleh para Bupati, Walikota, istri-istrinya dan atau yang punya jabatan juga keterkaitan dengan negara. Jadi bisa ada kemungkinan pemanfaatan fasilitas negara di pake kegiatan-kegiatan di luar peruntukannya.
Fakta lainya, yang belum saya utarakan.

Rupanya kalau lihat akun instagram Direktur Bank Jabar-Banten Pak Yuddy Renaldi yang di post pada beberapa bulan lalu. Dengan atas nama Bank BJB dia menyerahkan bantuan kepada LSM Jabar Bergerak dan diterima langung oleh Ibu Atalia yang didampingi oleh Pak Ridwan Kamil langsung.

Dan yang cukup mengherankan tempatnya di Gedung Pakuan, sebagaimana kita tahu itu kediaman Gubernur bukan sekretariat LSM.
Apakah Rasa perasaan kita sebagai rakyat bisa meraba lebih dalam. Kenapa seorang Direktur BJB menyalurkan bantuan pada LSM Jabar Bergerak. Jadi wajar jika ada anggapan, seorang Yuddy Renaldi mau-maunya menyalurkan bantuan lewat LSM Jabar Bergerak hanya karena berharap pujian dari seorang Gubernur yang juga pemilik LSM tersebut.

Saran saya kalau mau ngasih sumbangan berikan langsung pada Pak Ridwan Kamil sebagai Gubernur jangan pada Ridwan Kamil atau Ibu Atalia yang menjabat sebagai anggota LSM. Supaya dapat dipertanggung jawabkan secara benar.

Dibawah Gubernur itu ada dinas atau lembaga khusus dan resmi menangani itu. Jangan sampai ada persepsi bahwa diberikan pada LSM Jabar Bergerak supaya bebas menyalurkannya, karena jika diberikan pada pemerintah sulit dipakai pencitraan sebagai bagaikan dari “kampanye curi start” nya.
Juga, saya peringatkan Direktur BJB. Stop lah melakukan prilaku seperti itu, mungkin secara sepintas hal itu baik bagi bapak, karena bapak akan dianggap orang loyal oleh Gubenur.

Tetapi, jika begitu maksudnya, sungguh terlalu egois, sebab bagi Gubernur dan Ibu Atalia sendiri sangat tidak baik dan pasti akan menuai blunder. Menurut orang Sunda kelakuan Pak Direktur BJB ini “ngenah ehe, teu ngenah eon”, artinya, suatu tindakan yang dilakukan banyak orang tapi sesungguh nya hanya satu atau dua orang yang diuntungkan.

Selain itu, Kan banyak sekali organisasi non pemerintahan yang bisa dikaryakan oleh Lak Gubernur. Ngapain sampai nyuruh nyuruh istri terlibat seperti itu. Nanti malah dianggap ancang ancang politik kroni, kan lagi musim suami berhenti, sang istri lah sebagai pengganti.

Di lain pihak. Ada bahaya yang lebih besar selain presepsi-presepsi itu. Yaitu, penegak hukum bisa saja memeriksa Ibu Atalia dan Direktur BJB. Dengan tuduhan dugaan gratifikasi, dan penyalahgunaan jabatan Demi memperkaya LSM dirinya, LSM istrinya, LSM kroni dan LSM timsesnya. Soal ini saya pun sangat tidak berharap terjadi. Ini hanya warning semata. Karena bagaimana pun tujuan kita mengkritik Pak Gubernur bukan karena kebencian tapi lebih untuk mengingatkan beliau jangan sampai terlanjur dan nanti jadi blunder. Karena biasanya sulit seorang pejabat negara dapat masukan dari para pemuja terdekat disekelilingnya. Jadi biar Perkumpulan Santri Pasundan saja yang Aktif menyampaikan masukan seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *