Titik Terang Sudah Didapat Pedagang Kaki Lima Depan PD Cijantung

Titik Terang Sudah Didapat Pedagang Kaki Lima Depan PD Cijantung

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Kemarin hari Selasa (16/02/2021) kami perwakilan Pedagang Kaki Lima depan PD Cijantung mendatangi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jl. Pattimura No.20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di karenakan protokol kesehatan yang begitu ketat ,maka kami di sarankan oleh pihak Keamanan Kementerian PUPR untuk melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon ke Bapak Gd. Arya Mahendra Putra. ST, MT selaku Kepala Bagian Pengelolaan BMN Kementrian PUPR, kata Chistina Rata Ida S. Perwakilan Pedagang Kaki Lima kepada wartawan Rabu (17/02/2021) di Jl. Beringin Raya, RT 001/011, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sebelumnya diberitakan bahwa Lebih dari 300 pedagang yang berjualan di Jl. Beringin Raya, RT 001/011, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo diminta untuk mengosongkan tempat oleh TNI AD dikarenakan akan ada peremajaan terkait tempat mereka berjualan.

Namun menurut para pedagang dan sepengetahuan mereka terkait kepemilikan dari lahan yang sudah lama sejak tahun 80an mereka tempati untuk berjualan itu adalah tanah milik Bina Marga, Ujar Christina.

Setelah melalui proses yang cukup panjang,barulah kami menemukan jawaban dari BMN Kementrian PUPR melalui sambungan telepon, lanjut Christina.

Jadi begini pak kami cuma mau klarifikasi aja apa benar tanah ini masih milik Bina Marga atau sudah menjadi tanah milik TNI AD cq Kodam Jaya, tanya Christina Perwakilan Pedagang Kaki Lima.

Jadi ini dulunya itu memang tanah milik TNI Bu sebelum di gunakan Fly Over Pasar Rebo, nah terus ada rencana kita bangun Fly Over tambahan, kemudian ternyata sampai sekarang tidak jadi dibangun Fly Over tambahan tersebut oleh PU, nah terus kemarin sudah dirapatkan juga sama TNI bahkan tanah tersebut sudah di sertifikatkan oleh TNI sudah dicatat.

Nah kebetulankan PU sama TNI ini kan sama sama instansi Pemerintah. Jadi yang mau menggunakan tinggal didiskusikan tinggal Monggo siapa yang mau memanfaatkan siapa yang mau menggunakan, nah kemarin sudah dirapatkan Oleh Kementerian PU dengan TNI. Karena itu sudah disertifikatkan oleh TNI akan digunakan oleh TNI kedepannya makanya temen-temen Dari TNI melakukan penertiban, Jelas Arya.

Sepengetahuan kami di tahun 2018 kami dapat surat bahwa tanah tersebut masih milik Bina Marga, Sekarang kok tiba tiba tanah tersebut menjadi milik TNI di Januari tahun 2020, seandainya sekarang tanah ini sudah milik TNI dan digunakan oleh TNI atau Kodam yang mengelola kami tidak masalah akan tetapi tanah ini di kelola oleh PT. Pan Satria Sakti, tanya Christina.

Kalau yang tanahnya Bina Marga sekarang itu yang di jalannya aja yang tanah tanah sisanya persilnya sudah tidak ada, sekarang sudah menjadi milik TNI dan kewenangannya sudah di TNI sekarang, sambung Arya menjelaskan.

Awalnya kita sudah tau mengenai surat permohonan dukungan dari Bina Marga kepada Pedagang di tahun 2018 Setelah itu ada pembahasan di tingkat Kementerian dengan TNI.

Terkait dengan pedagang pasti ada tindak lanjut seperti apa,dan penertibannya pasti tidak merugikan masyarakat di relokasi ditempatkan yang lebih baik lagi. Jadi kalau ibu dan para pedagang tidak berkenan dengan PTnya silahkan ibu klarifikasi dan berkoordinasi dengan pihak TNI, pungkas Arya. Fahmy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *