Peringatan Haul Merupakan Refleksi Keshalehan Anak Terhadap Orang Tua

Peringatan Haul Merupakan Refleksi Keshalehan Anak Terhadap Orang Tua

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Haul adalah peringatan atas wafatnya seseorang yang sudah mencapai satu tahun kematiannya dengan tujuan mendoakan agar semua amal kebajikannya diterima Allah SWT dan senantiasa mendapat maghfirah dari-Nya. Kata haul secara etimologis dalam istilah literatur fiqih terdapat dalam bab zakat. Haul bermakna sebagai syarat wajibnya zakat hewan ternak, emas, perak, serta harta dagangan. Jadi, haul berarti kekayaan yang harus dizakati bila berumur satu tahun.

Dalam tradisi Masyarakat Betawi, khususnya Masyarakat Cilungup Duren Sawit, pelaksanaan Haul ini dilakukan setiap tahun, sehingga ada istilah Haul kesatu, kedua dan ketiga sesuai masa kematian seseorang yg dihaulkan tersebut. Di dalam pelaksanaannya, para ulama telah menyatakan bahwa dalam peringatan haul tidak dilarang oleh agama, bahkan dianjurkan. Ibnu Hajar dalam Fatâwa al-Kubrâ Juz II hlm. 18 menjelaskan, para sahabat dan ulama tidak ada yang melarang peringatan haul sepanjang tidak ada yang meratapi mayyit atau ahli kubur sambil menangis.

Peringatan haul sedianya diisi dengan menuturkan biografi atau kebaikan yang dilakukan sosok yang dihaulkan guna mendorong orang lain untuk meniru perbuatannya. Ust. Drs. Muhammad Sa’ie, Guru yang disegani Masyarakat Cilungup Duren Sawit menyampaikan dalam sebuah kesempatan bahwa peringatan Haul merupakan bentuk penegasan keshalehan anak terhadap orang tuanya yang dihaulkan.Ustadz.DRS. Muhamad Saie

Ketika manusia meninggal dunia, maka terputus sudah amal jariahnya kecuali tiga perkara yakni: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang shaleh. Sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang 3 amal yang tidak terputus pahalanya mesipun sudah wafat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak shaleh yang berdoa baginya.” Namun menurut Ketua Yayasan Assalamiyah Duren Sawit ini bahwa mendoakan orang tua yang sudah wafat tidak hanya di moment haul saja, akan tetapi setiap doa tersebut selalu diucapkan agar curahan pahala kepada ahli kubur selalu mengalir atas doa anak yg Shaleh tersebut. Dan keshalehan merupakan modal dasar dalam melaksanakan aktifitas ibadah kepada Allah.

Karena orang yang Shaleh akan selalu menebarkan kebajikan dimana pun dia berada. Karena bumi dan isinya diwariskan untuk orang-orang yang Shaleh, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat Al Anbiya ayat 105 berbunyi :”Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuz), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shaleh.” (QS. Al-Anbiya 21: Ayat 105).

Pada dasarnya Allah meridhoi dan memerintahkan secara langsung bahwa bumi ini harus dibawah kekuasaan orang yang shalih, karena dengan begitu bumi ini akan menjadi damai dan selalu terjaga dari hal yang tidak diridhoi oleh Allah, karena orang yang shalih akan takut terhadap Allah dan akan melaksanakan perintah Allah dengan baik serta akan memimpin bumi dengan aturan yang telah Allah tetapkan. (Ltf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *