9 Tingkatan Wali Allah

9 Tingkatan Wali Allah

ZONAINDONESIA.ID-9 tingkatan wali Allah yang secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut:

1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts
Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts merupakan tingkatan Wali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan selanjutnya.

2. Wali Aimmah
Wali Aimmah merupakan pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub, jika wafat. Jumlahnya hanya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Robbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam Malaikat.

3. Wali Autad
Wali Autad memiliki jumlah empat orang. Mereka berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Ka`bah. Dan kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.

4. Wali Abdal
Waki Abdal memiliki arti wali pengganti. Dinamakan demikian, karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab, al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus al-Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu ‘Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.

5. Wali Nuqobaa
Untuk wali Nuqabaa memiliki jumlah sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah Subhanahu wa ta`ala memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqobaa melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.

6. Wali Nujabaa
Untuk wali Nujabaa ini jumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.

7. Wali Hawariyyun
Kata hawari, berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah Subhanahu wa ta`ala, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad Shalallaahu `alaihi wa sallam sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.

8. Wali Rajabiyyun
Dinamakan wali Rajabiyyun, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib. Berbagai rahasia kebesaran Allah Subhanahu wa ta`ala tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah tiga hari baru bisa berbicara.
Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan, lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.

9. Wali Khatam
Kata Khatam memiliki arti penutup. Dan jumlah wali Khatam ini, hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam ini bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat Nabi Muhammd shalallaahu `alaihi wa sallam.

Selanjutnya, dalam ajaran Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabi bahwa dari sejumlah tingkatan para wali, maka Wali yang tertinggi dinamakan Quthb (Kutub) atau Poros Alam. Ia kadang juga dinamakan Ghauts (Penolong) atau Sulthan Al-Awliya (Raja Para Wali). Tetapi sebagian membedakan antara Sulthan Al-Awliya dengan Quthb. Menurut pandangan ini, semua Sulthan Al-Awliya adalah Qutb, tetapi tidak semua Qutb adalah Sulthan Al-Awliya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *