Perkumpulan Santri Pasundan Meminta Penjelasan Pada Gubernur Ridwan Kamil Terkait Banprov

Perkumpulan Santri Pasundan Meminta Penjelasan Pada Gubernur Ridwan Kamil Terkait Banprov

ZONAINDONESIA.ID- Agung Prakoso, ST. sebagai ketua bidang kemitraan dan pengawasan pembangunan pemerintahan DPP Santri Pasundan mempertanyakan sejumlah kejanggalan terkait berbagai kebijakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat dihubungi di kediamannya di daerah Batu Nunggal Bandung .

Menurutnya, RK atau Ridwan Kamil adalah Gubernur Jawa Barat jangan terlalu mengedepankan pencitraan tapi korelasinya dengan kebijakan masih jauh panggang dari api. Buktinya, berbagai kebijakan anggaran seperti tidak nyambung baik dengan kebutuhan pemerintah atau teori pembangunan.

Salah satu contoh bantuan keuangan Provinsi atau sering disebut Banprov dengan nilai triliunan rupiah malah banyak disusun dalam bentuk paket 200 jutaan.

Di Majalengka, ada sekitar 70 Miliiar dari 300 milar rupiah yang bersumber dari bankeu Provinsi direceh 200 juta an.

Atau Di Garut misalnya dari 600 miliar rupiah umumnya adalah paket pekerjaan dengan nilai 200 juta an begitupun kabupaten/kota lainya termasuk juga yang langsung dilaksanakan Pemerintah Provinsi.

Cukup aneh bin ajaib. Konon Katanya atau pencitraan nya Gubernur RK ini seorang yang memilki kompetensi teknis yang mempuni dalam membangun yang Sifatnya Inprastruktur. Tapi buktinya, dari tahun ke tahun sepertinya Gubernur tidak mengerti. Saya tidak tahu, apakah hal itu dikarenakan permainan pihak tertentu yang membuat seorang Gubernur tidak berdaya, atau terjadi karena kelemahan kompetensi seorang RK dalam merencanakan anggaran.

Atau jangan jangan memang ini rencananya, hasil dari pemufakatan dirinya dengan tim-tim yang dibuat Gubernur sendiri semisal TAP itu sebagai lembaga yang katanya dilegalkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 060.1-2018. meski belum jelas juga apakah dia sebagai lembaga seperti DPR, BAPEDA, atau broker.

Kita tidak tahu persis sebenarnya di fungsikan untuk apa?

Yang jadi perhatian saya sebagai salah satu pengurus organisasi Santri Pasundan, sebenarnya visi apa yang akan di dapat seorang Gubernur dengan proyek projek parsial seperti itu. Saya mohon penjelasan nya secara terbuka Supaya kita khususnya dapat memahami secara realistis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *