Zambal Tarim : Pemakaman Yang Di Semayamkan Puluhan Ribu Wali

Zambal Tarim : Pemakaman Yang Di Semayamkan Puluhan Ribu Wali

ZONAINDONESIA.ID- Makam Zanbal Tarim,tempat bersemayamnya para pemuka agama, para ulama, para wali, orang-orang saleh dan para habaib. Makam kuno berusia lebih seribu tahun. Yang hingga kini masih terus dipakai. Letaknya di distrik Khulaif. Dekat pusat kota Tarim. Posisinya berjajar saling berhadapan dengan dua komplek makam lain: makam Furait dan Akdar.

Konon, dulu Zanbal dan dua komplek makam sampingnya itu adalah satu kesatuan wilayah makam yang luas. Lalu karena bertambah padatnya penduduk Tarim, hingga wilayah seberang barat Zanbal yang dulunya hanya perkebunan dan persawahan itu, akhirnya dibangun pemukiman warga. Tentu butuh jalan transportasi. Alhasil, satu makam luas ini terbagi menjadi tiga bagian yang dipisahkan dengan jalan tiga jalur. Jadilah: Zanbal, Furait dan Akdar.

Dari kalangan sayyid keturunan Nabi, adalah Syekh Ali Kholi Qasam yang pertama dimakamkan di Zanbal ini. Pada tahun 521 H. Yang menurunkan setidaknya 70 marga habaib di seluruh dunia. Dan ribuan keturunannya pun banyak disemayamkan di makam ini. Ada Imam Faqih Muqaddam (atau Syekh Muhammad Ali Baalawi) pencetus pertama tareqat ilmiah dan amaliah ‘Baalawi’. Juga cicitnya: Syekh Abdurrahman Assegaff, punggawa habaib bermarga Assegaff dan marga-marga cabangnya: seperti Assakran, Alaydrus, Baagil, Bin Syekhbu dan banyak lagi.
Ada Syekh Abubakar Assakran, pemilik hizib Assakran. Juga putranya: Imam Abdullah Alaydrus. Ada syekh Umar Al-Muhdhor. Imam Alwi bin Muhammad yang berjuluk Ammul Faqih, atau pamanda Faqih Muqaddam, juga ada di sini. Yakni kakek moyang walisongo yang berdakwah di bumi Nusantara. Ada juga Imam Abdullah Alwi Al-Haddad, pemilik ratib Haddad, Wirid Latif, penulis kitab Nasaihul Ibad dan banyak lagi karyanya, juga seorang penyair handal yang syair-syair penggugah jiwanya terkumpul dalam buku diwan Haddad-nya.

Dan masih banyak lagi daftar ribuan ulama dan habaib yang dimakamkan di Zanbal ini. Hingga Syekh Abdurrahman Assegaff pernah berkata: bahwa di Zanbal ini telah dimakamkan 10.000 orang wali Allah. Itu pada zaman Assegaff yang hidup 700 tahun yang lalu. Bagaimana dengan sekarang?

Atau barangkali ada yang masih meragukan: bahwa terlalu berlebihan dan mengada-ngada jika jumlah wali yang ada di Zanbal bisa mencapai angka sebesar itu. Maka kita jawab: sangat masuk akal! Bukti kongkritnya adalah bagaimana keseharian masyarakat ‘biasa’ Tarim yang kehidupannya sangat religius.
Dalam hal badahnya: masjid selalu ramai. Toko-toko tutup saat azan salat lima waktu. Dalam hubungannya dengan Alqurannya: setiap waktu luang, pedagang Tarim menunggu pembeli, satpam menjaga gerbang, atau semisal dokter yang menanti pasien, mereka sibukkan waktunya untuk membaca Alquran. Juga Wirid sehari-harinya. Masyarakat awam selalu menjaga dzikir pagi-sorenya.

Itu ‘orang biasa’nya Tarim, bagaimana dengan orang ‘istimewa’nya dari kalangan santri, ulama, dan habaibnya?
Di Zanbal ini, ‘pusat’nya adalah makam Faqih Muqaddam. Ibarat kata, wuquf Arafah adalah inti ibadah haji. Maka makam Faqih Muqaddam adalah inti dari ziarah makam Zanbal. Beliau merupakan ulama besar, ahli fiqih, dan mencapai derajat kewalian yang amat tinggi. Konon, amalan Faqih Muqaddam dalam sehari adalah membaca Laa ilaha illallah 25 ribu kali, ditambah salawat 25 ribu kali.

Sampai saat ini makam Zanbal selalu diziarahi. Setiap hari. Ada juga jadwal ziarah rutinan mingguan pada hari Jumat pagi. Khusus jumat terakhir di setiap bulan hijriahnya, dilaksanakan ziarah akbar ke tiga komplek sekaligus: Zanbal, Furait dan Akdar. Rutinitas tahunan juga ada. Tepatnya jumat terakhir bulan Sya’ban, untuk menyambut bulan Ramadhan. Kalau kita menyebutnya: nyekar.
Khusus di bulan Ramadhan, ziarah mingguan dilakukan pada Jumat sore hari. Juga jumat yang jatuh pada 6 hari awal bulan Syawal. Dilakukan pada sore hari pula. Karena 6 hari itu suasana Tarim persis seperti Ramadhan. Semua warganya berpuasa. Alhasil, ziarah makam wali pun disamakan pada sore harinya.

Sumber : Catatan Azro
Hadromee Story

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *