Apa Blunder yang Mungkin Terjadi Pada AHY dan Partai Demokrat ? Catatan Asep Lukman

Apa Blunder yang Mungkin Terjadi Pada AHY dan Partai Demokrat ? Catatan Asep Lukman

ZONAINDONESIA.ID- Saya tidak akan basa basi tentang sesuatu yang sebelumnya sudah diketahui publik soal sepak terjang partai ini. Namun yang menjadi fokus perhatian saya adalah manuver ketum AHY ketika menyampaikan _ketidak nyamanan_ dirinya pada orang yang akan mendongkel belau dari jabatan ketum partai.

Ada beberapa keuntungan yang mungkin dapat diperoleh Ketum AHY dan partai :

Pertama, Saya melihat, apa yang dilakukan AHY sebagai ketum tujuanya Baik-baik saja. Statemen tersebut bagaikan teriakan kecang hingga membuat orang tertarik berkerumun. Istilahnya, Berteriak memang cukup efektif menghentikan para maling yang bersembunyi dalam kegegelapan, mengendap-ngendap bagaikan kucing yang ingin menerkam kepala ikan di atas meja makan .

Kedua, menciptakan kesan bahwa seolah2 ada rencana inkonstitusional dari pihak pengusa yang ditujukan pada diri AHY termasuk pada SBY dan partai. Narasi itu dapat memicu rasa empati dari banyak orang karena secara posisioning AHY, SBY dan partai diposisikan sebagai pihak yang didholimi. Semacam ada pengulangan drama dengan judul yang berbeda. semisal yang terjadi pada SBY di waktu yg lalu, dipecat dari menteri namun ujungnya mendapat rasa simpatik secara emosional dari publik. Saya menamai _drama_ karena apa yang dilakukan presiden Megawati pada waktu itu sejujurnya bukanlah suatu kedholiman melainkan hak mutlaq priogratif seorang presiden. Tapi sekali lagi, karena umunya pandangan Masyrakat tidak bisa dikontrol dengan pemahaman konsitusi, menjadi wajar jika politisi menggap hal demikain sebagai opportunity

Tiga, mendengar sttemen ketum AHY secara pribadi banyak pihak dapat menyimpulkan dengan mudah, bahwa hari ini partai Demokrat adalah oposisi. Sederhananya AHY vs pemerintah. Apakah Ini benar atau sekadar drama saya tentu tidak tahu. Namun citra seperti ini diprediksi sangat menguntungkan partai Demokrat secara elektoral di pemilu nanti. Karena bagi masyarakat yang tidak puas dengan langkah Gerindara dan rezim penguasa, sekarang seolah-olah dapat menemukan semacam pelabuhan baru sebagai alternatif. Lumayan sebagai obat pelipur lara bagi insan yang kecewa… Cie Cie

Empat, WARNING. teori sederhananya _musim maling warga pun jadi ronda, banyak hama petani pun siaga_ Statemen AHY pun dapat dimaknai sebagai warning yang berfungsi konsolidasi internal, supaya makin siap dan solid. Terdengar Provokatif serta dramatis namun memang begitulah caranya jika ingin membangkitkan naluri pertahanan bahkan dari seekor rusa yang terancam mangsa.

Selebihnya, AHY pun bisa menjukan pada publik bahwa dirinya adalah ketum Demokrat yang sah dan legitimite. Partai Demokrat dibawah kepemimpinannya solid, loyal dan tidak bisa digoda untuk selingkuh meski dengan tawaran yang menggiurkan. Dalam hal Ini Kehawatiran AHY sangatlah realistis serta patut di apreasiasi. Sebagaimana yang kita tahu Partai partai sekarang pecah. Ada PKS vs glora, PBB vs Masyumi reborn, PAN vs umat. Demokrat tentu tidak mau bernasib sama yang terpaksa harus bertanding secara Derby
_ semisal Manchester United vs Manchester City Padahal Arsenal sebagai lawan sesunggunya sedang menanti

Itulah sekian keuntunganya dan tentu masih banyak lagi.

Lalu, kerugiannya di mana ?
apa yang keliru dan wajib ditambah, dikurangi atau dipertahankan ?
Mungkinkah ada potensi menjadi belunder ?

Menurut saya ada.
Apakah itu ? Hehehe ..

Maaf, rasanya tidak semua kata kata harus diucapakan secara gratis kawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *