KH M Yusuf Sholeh Ucapkan Belasungkawa Atas Wafatnya Sayyidil Walid Al Habib Ali Assegaf

KH M Yusuf Sholeh Ucapkan Belasungkawa Atas Wafatnya Sayyidil Walid Al Habib Ali Assegaf

ZONAINDONESIA.ID- Sayyidil Walid Al Habib Ali Assegaf meninggal selang sehari setelah berpulangnya ulama Syekh Ali Jaber.

Indonesia kembali kehilangan salah satu ulama besar. Pada Jumat (15/1), Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit holistik Purwakarta.

Kabar berpulangnya Habib Ali Bin Abdurrahman Assegaf langsung mengundang duka cita warganet.

Warganet umumnya berduka karena sosok Habib Ali dikenal sebagai ulama yang punya pengabdian dan dedikasi pada dakwah dan keumatan.

Saya Ust Yusuf Sholeh mengucapkan duka cita yang sangat mendalam, karena sosok Habib Ali ini menjadi panutan.

Al Habib Ali Assegaf di makamkan di Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata, bersebelahan dengan Makam Al Habib Munzir Al Musawa.

Adapun Ulama-Ulama yang Wafat di bulan Januari 2021 ini

1. Habib Ja’far bin Muhammad Al Kaff Kudus (1 Januari 2021)
2. KHR.Muhaimin Asnawi – PP Al Asnawi Magelang (1 Januari 2021)
3. KHR.Abdullah Nachrowi – PP Ash-Shogiri Bogor (2 Januari 2021)
4. KHR.Muhammad Najib Abdul Qodir Munawwir – PP Al Munawir Krapyak (4 Januari 2021)
5. Drs.M.Sai, M.HI – PP Nurul Yakin Malaka (5 Januari 2021)
6. KH. Dang Fathurahman bin KH Ismail Badruzaman, Ponpes Al Falah Biru, Garut (6 Januari 2021)
7. KH.Muhammad Nuruddin A.Rahman – PP Al Hikam Bangkalan (9 Januari 2021)
8. Habib Abubakar bin Salim Al Hamid Bondowoso – (9Januari 2021)
9. KH.Zainuddin Badrus – PP Al Hikmah Kediri (10 Januari 2021)
10. KH.A. Yasin Asmuni – PP Hidyatut Thullab (11 Januari 2021)
11. Drs.H.Ibnu Hazen – LTMNU (12 Januari 2021)
12. Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber (14 Januari 2021)
13.Habib Ali bin Abdrahman Assegaf ( 15 Januari 2021)
14- KH.Abdul Hamid. ( 15 Januari 2021) Pamekasan.

Mari kita bacakan surat Al Fatihah untuk semua Ulama dan habaib yang sudah wafat.

1 -Rasulullah SAW bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama.

Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh.
Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“
[HR. Bukhari]

2- Rasulullah SAW dalam sabdanya :

مَوْتُ الْعَالِمِ مُصِيبَةٌ لا تُجْبَرُ ، وَثُلْمَةٌ لا تُسَدُّ , وَنَجْمٌ طُمِسَ ، مَوْتُ قَبِيلَةٍ أَيْسَرُ مِنْ مَوْتِ عَالِمٍ

“Meninggalnya ulama adalah musibah yang tak tergantikan, dan sebuah kebocoran yang tak bisa ditambal.
Wafatnya ulama laksana bintang yang padam.

Meninggalnya satu suku lebih mudah bagi saya daripada meninggalnya satu orang ulama”
(HR al-Thabrani dalam Mujam al-Kabir dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dari Abu Darda’).

3- Imam Al-Hafizh Jalaluddin bin Abdurrahman bin Abu Bakar As-Suyuthi dalam Kitab Tanqih Al-Qaul mengutip sabda Rasulullah SAW :

مَنْ لَمْ يَحْزَنْ لِمَوْتِ العَالِمِ، فَهُوَ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ مُنَافِقٌ

“Barangsiapa yang tidak sedih dengan kematian ulama maka dia adalah orang munafik, munafik, munafik”.

Semoga kita bisa menjadi penerus dakwah mereka, Aamiin Ya Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *