Berita Hoax Parodi Lagu Indonesia Raya, Lutfi Agizal Di Laporkan ke Polda Metro Jaya

Berita Hoax Parodi Lagu Indonesia Raya, Lutfi Agizal Di Laporkan ke Polda Metro Jaya

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Dharma Putra, dan Abdul Rachman bersama pengacara Muhammad Fayyadh mendatangi Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya (PMJ) Sabtu, (9/1/2021).

Kedatangan M. Fayyadh dan tim ke PMJ untuk melaporkan selebgram dan aktor sinetron, Lutfi Agizal alias Lutfi Anjayani yang diduga telah melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong/hoaks terkait lagu Indonesia Raya yang diparodikan melalui akun (Instagram – @lutfiagizal) yang sedang viral di media sosial saat ini.

Menurut Sementara itu, pelapor pertama, Dharma Putra mengatakan pemerintah Indonesia harus cepat mengambil tindakan. Sebab berita ini sudah menyebar kemana-mana dan menjadi berita Internasional.

“Pemerintah harus cepat ambil sikap dengan keadaan ini, karena berita ini sudah sangat meresahkan bagi dua negara, karna sudah menjadi konsumsi publik dan menjadi berita internasional,” kata Dharma di kedai kopi dikawasan gedung Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Sabtu, (9/1/2021).

Sedangkan pelapor kedua, Abdul Rachman mengatakan dirinya terpanggil untuk membuat laporan. Sebab, sebagai aktivis migran Indonesia untuk negara Malaysia sudah sekitar 20 tahun berkontribusi membangun kebersamaan, membangun kepedulian terhadap masyarakat Malaysia agar terciptanya hubungan baik kedua negara. Abdul Rachman tak ingin hubungan kedua negara menjadi rusak akibat unggahan Lutfi.

“Selama 20 tahun juga sudah banyak perkara-perkara baik yang kami lakukan bersama di antara masyarakat warga WNI atau keluarga pekerja migran Indonesia yang ada di Malaysia. Akibat Adanya isu yang sedemikian pastinya semuanya merasa risau dan merasa risih dengan kondisi itu maka oleh karenanya kami yang sangat keberatan dan sangat kecewa sekali dengan unggahan yang bersangkutan di media sosial,” tutur Abdul Rachman.

Ditempat yang sama, pengacara M. Fayyadh mengatakan di bawah unggahan, Lutfi menuliskan kalimat yang bernada ajakan atau provokatif. “Lagu Indonesia Raya dijadikan lelucon sama orang Malaysia dan liriknya diganti dengan kata-kata yang tidak sopan. Apakah kita hanya akan berdiam diri?.

“Dalam postingan Lutfi di Instagramnya, dia langsung menyebutkan pelakunya adalah warga Malaysia. Padahal yang memparodikan lagu Indonesia Raya itu orang Indonesia dan sudah ditangkap Polisi. Inikan bisa membuat kegaduhan antar kedua negara serumpun antara Indonesia dan Malaysia” papar M. Fayyadh.

Lebih lanjut M. Fayyadh mengatakan, akibat ajakan Lutfi ini, netizen ramai-ramai menyerang akun resmi Kerajaan Malaysia. Hal tersebut bisa mengganggu hubungan harmonis antara Indonesia dan Malaysia.

Fayyad menjelaskan, sebelum melaporkan Lutfi ke polisi, salah satu kliennya, Darma Putra sudah mengingatkan Lutfi dan mengirim peringatan itu sebanyak dua kali lewat Direct Message (DM) akun Instagram Lutfi. Namun peringatan itu cuma dibaca, tidak ditanggapi, dan tiba-tiba menghapus postingannya.

Laporan Fayyadh sudah dicatat oleh bagian ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Namun polisi belum memberikan berkas atas laporan Fayyadh. Sebab pihak polisi masih harus berkoordinasi terlebih dahulu. Apakah akan ditangani oleh Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya atau ditangani Bareskrim Polri.

Dalam kasus ini, Fayyadh melaporkan Lutfi dengan pasal 28 ayat 1 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun dan pidana denda Rp 1 miliar. “Lutfi juga kami laporkan dengan Pasal 14 ayat 1 UU No. 1 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ini sama dengan yang dijerat Ratna Sarumpaet karena menyebarkan berita bohong, waktu dulu,” pungkasnya. (Chay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *