Ust Yusuf Sholeh : Renungan Di Awal Tahun

Ust Yusuf Sholeh : Renungan Di Awal Tahun

ZONAINDONESIA.ID|HIDUP KITA CUMA DI DALAM 3 WAKTU :”

1-KEMARIN/tahun Lalu :
Sudah berlalu dan tidak akan pernah kembali, dan akan menjadi sejarah yang akan dikenang

2- HARI INI/ tahun ini :
Hari dimana kita sekarang berada padanya, dan ini waktu yang sangat berharga

3-HARI ESOK/ tahun esok, dimana kita tidak tahu apakah bisa berjumpa atau tidak.

– Hisablah Waktu pertama, hari / tahun yang telah lalu meskipun tidak bisa menambah Lagi amal, tapi bisa meminta ampun jika ada keburukan-keburukan/dosa-dosa

– hari yang kedua,
Hari/tahun ini hendaknya diisi dengan kebaikan scara maksimal,
jangan biarkan kosong dari amal soleh, karena bila kesempatan itu telah berlalu maka tidak akan pernah kembali.

– hari yang ketiga
Hari/tahun yang akan datang belum pasti, apakah kita dapat berjumpa dengannya atau tidak?… Maka janganlah tingginya cita-cita membuat hari kedua tersia-sia kan,
dan jangan menunda-nunda kesempatan, karena akan datang penyesalan.

– HIDUP CUMA DALAM 2 NAFAS:

1- Nafas Naik/keluar dari paru
2- Nafas Turun/masuk ke paru

– Hargailah Nafas yang naik karena udara yang disedot adalah pemberian ALlah secara cuma-cuma, tentu dengan terus mencari keridhoan-Alloh dalam menggunakannya.­
Bertaubatlah dalam Nafas yang kedua karena mungkin itu nafas yang terakhir turun dari tubuh bersama nyawa dan roh untuk meninggalkan dunia yang fana ini.

– HIDUP CUMA ADA 2 PILIHAN :

1- Hidup dalam keridhoan ALlah.
2- Hidup dalam kemurkaan ALLAH.

– HIDUP YANG ABADI CUMA ADA 2 TEMPAT :

1- Kekal di dalam neraka.
2- Kekal di dalam syurga.

TAHUN BARU
________________
Allah swt berfirman dalam QS. At Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (٣٦)

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.
Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”
(QS At-Taubah: 36)

Tahun baru selalu identik dengan sesuatu hal serba baru.
Hanya saja sesuatu yang baru selalu diidentikkan dengan hal-hal yang bersifat fisik atau material semata.
Padahal dibalik yang bersifat materil tersimpan mutiara abadi yang akan mengantarkan manusia bertemu dengan Allah Swt.

Waktu terus silih berganti dari detik ke menit, ke jam, ke hari, ke minggu, ke bulan, ke tahun, lalu menghantarkan ke tahun berikutnya, sehingga membawa kita dari abad ke melenium.
Pergantian waktu bergulir membawa manusia dengan kedatangan tahun baru.

Rutinitas sehari-hari, terkadang manusia lengah sehingga waktu berlalu begitu saja tanpa disadari.
Waktu bergulir secara otomatis apa adanya dengan meninggalkan kenangan tahun sebelumnya.
Saat tahun baru menyapa, seolah-olah kita tersentak betapa berharganya waktu dan miskinnya nilai kebaikan yang telah dirajut selama satu tahun telah berlalu.

MENGGUNAKAN WAKTU

Oleh karena waktu terus bergulir tanpa memberitahu manusia, maka sangatlah wajar  Nabi Muhammad SAW selalu mengingatkan umatnya tentang waktu, sehingga dapat difahami betapa pentingnya waktu, dan bagaimana seharusnya digunakan semaksimal mungkin dan tidak berlalu begitu saja sehingga akan menjadi waktu yang sia-sia alias mubazir.

Nabi Muhammad SAW
mengingat umatnya agar dari waktu ke waktu adanya perubahan agar menjadi orang beruntung, jangan sampai menjadi orang yang merugi apalagi sampai menjadi golongan orang celaka:

من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح.
ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون.
ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون
.( رواه الحاكم)

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.”
(HR. Al Hakim).

Momentum tahun baru seyogianya menghadirkan kegelisahan eksistensi semacam itu, karena umur merupakan modal setiap saat berkurang dan akan sia-sia akan membawa celaka apabila tidak diinvestasikan untuk pengabdian sebagai khalifah Allah swt di muka bumi ini.

Ingat waktu sedetik pun yang dihembuskan tidak akan pernah kembali lagi, tidak bisa ditarik kembali.
Artinya umur senantiasa berkurang seiring dengan berganti waktu, sudah berapa umur yang kita jalani dalam arena kehidupan di dunia ini.

Problematika standarnya apakah umur yang telah dihabiskan membawa suatu keberuntungan atau kerugian.
Sebesar apapun modal yang dikeluarkan sudah pasti hasil yang dipetik sesuai modal yang diinvestasikan.

Dalam sebuah hadis Nabi pun bersabda:

خير الناس من طال عمره وحسن عمله
وشر الناس من طال عمره وساء عمله.
(رواه طبرانى)

“Sebaik-baik manusia orang yang panjang umurnya, dan baik perbuatannya.
Dan sejelek-jelek manusia orang yang panjang umurnya, dan buruk kelakuannya.”
(HR. Thabrani).
______
H.M.Yusuf Soleh Azmatkhon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *