Aku Kami Dan Kita Oleh Aki Suwung

Aku Kami Dan Kita Oleh Aki Suwung

ZONAINDONESIA.ID- Linguistik Bahasa Arab untuk pronoun نحن tidak membedakan antara kata KITA dan KAMI.

Kita (S+O) Kami (S-O)
Ada perbedaan sangat signifikan dari 2 kata itu.

kata “Kami” diucapkan mengandaikan objek atau lawan bicara adalah “bukan bagian (anggota group)” dari Subjek.

Sedangkan kata Kita menyiratkan lawan bicara adalah “bagian (anggota group)” sama dengan si pembicara (S).

Muhammad dan Abu Jahal sepakat mengatakan “Kita orang Arab”
Tapi ketika berbicara masalah iman, masing masing akan mengatakan:
“Kami orang Muslim” atau “Kami orang Kafir”
نحن عربي
نحن المسلمون
نحن الكافرون

Kontekstualisasi Saat ini pada ranah agama dan politik dimana ummat terpolarisasi menjadi 2 kelompok yang saling bersebrangan (cebong-kampret) semuanya mengklaim sebagai refresentasi Islam.
Islam Kami atau Islam Kita?

Saat ini afiliasi PA 212, FPI, HRS dll (inner group) seringkali mengklaim kata Ummat Islam, Agama Kita,Islam Kita, bersebrangan dengan kelompok diluar itu (PA 212,FPI dll)

Mari kita kalkulasi dengan angka.
Dari entri data base sensus penduduk Indonesia saat ini berjumlah 207 JT (2019) orang yg didalamnya include ada NU, Muhammadiyyah, Al Washliyah, FPI, Salafi, HTI, teroris, dll termasuk ummat/ orang yang tak terafiliasi dengan ormas tertentu).

Jika kita buat kalkulasi Berapa prosentase ummat PA 212/FPI wal jamaah berbanding dengan seluruh ummat Islam Indonesia?

Taruhlah hitungan kasar 15 JT orang (itupun masih terlalu besar hemat saya), sisanya adalah
192 juta (seratus sembilan puluh juta) yang non PA212/FPI.

cukup signifikan sebagai refresentasi dengan mengatakan ISLAM KITA?

Lebih tepat “Islam Kami”

Jangan memaksakan penafsiran ala Islam kami” sebagai kebenaran final dan satu satunya tafsiran tunggal, sebab diluar itu ada 192 juta ummat Islam yang tak sepakat dengan penafsiran seperti itu.

Jangan bajak kata “kita” tapi isinya “kami”, manipulasi itu namanya.

kalo kita bocah alay zaman now mah,…
KITA ?

elu doang kaleeee

Aki Suwung : Pemerhati Sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *