Rienike Kader Partai Emas Datangi KOMNAS HAM Perempuan Setelah di Lecehkan Jestro Siregar

Rienike Kader Partai Emas Datangi KOMNAS HAM Perempuan Setelah di Lecehkan Jestro Siregar

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Rienike Delira Cahyadi seorang Kader sekaligus salah satu Pendiri Partai Era Masyarakat Sejahtera (EMAS) yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) II (dua).

Rienike melaporkan salah satu kader Partai Emas yang bernama Jestro Siregar ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) Perempuan pada Jum’at (11/12/2020) di Jl Latuharhary, nomer 4b, Menteng, Jakarta Pusat.

Pengaduan / Laporan tersebut disampaikan Rienike DC di KOMNAS HAM Perempuan dalam bentuk lisan dan tulisan yang dibuktikan dengan tanda terima tertanggal, 11/12 /2020 dari Rienike Delira Cahyadi tertuju kepada KOMNAS HAM Perempuan Tentang Pengaduan / Laporan Pelecehan.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Rienike DC kepada wartawan zonaindonesia.id jum’at (11/12/2020). Bahwa tindakan Jestro S adalah tindakan pelecehan yang sangat biadap yang tidak bermoral karena telah mengajak untuk melakukan berhubungan badan melalui pesan WatsApp (Cat dan Voice Notes), Paparnya.

Diluar peraturan hukum yang berlaku yaitu hukum negara, hukum agama yang dianut dan hukum adat budaya orang timur, selain itu Jestro S juga telah melakukan pelecehan tersebut secara bertubi tubi kepada Rieni DC dengan iming iming uang jajan dan pekerjaan di Partai EMAS.

Lebih lanjut Reineke mengatakan “Belum lama ini saya diajak ketemuan oleh Jestro S tapi dia ngajak saya ketemuan di hotel, saya tidak mau ketemuan di hotel karena kalau sebatas ketemuan saya rasa tidak perlu di hotel tapi di restoran sudah cukup dan lebih baik. Rupanya dia tetap mengarahkan saya ke Hotel karena menurut Jestro S tersebut di hotel bisa sambil pijit pijit dan dia berharap untuk langsung ke lobang” Ungkap Rieni dengan tegas.

“Karena Jestro S terus merayu saya jadi saya bingung ahirnya saya jawab iya iya saja apa yang dikatakan Jestro S tersebut sampai ahirnya Jestro S mentranfer dana ke rekening saya sejumlah Rp 300. 000,- (tiga ratus ribu rupiah)” jelas Rienike meyakinkan.

“Saya biarkan Jestro S transfer dana tersebut ke rekening saya sebenarnya bukan berarti saya menerima keinginan Jestro S dan menginginkan dana tersebut akan tetapi saya ingin tahu apakah dana yang ditransfer tersebut benar benar merupakan dana pemberian saja secara cuma cuma atau uang imbal jasa dengan harapan saya bisa berhubungan badan dengan dia, ternyata dana tersebut bukan dana pemberian saja tetapi dana imbal jasa, ini terbukti karena saat saya tidak mau dengan alasan ketiduran dia langsung vonis saya bahwa saya adalah sebagai penipu” tutur Rienike.

“Karena saya tidak butuh dengan dana tersebut dan tidak mau melayani hasrat nafsu birahi Jestro S maka dana sejumlah Rp 300. 000,- (tiga ratus ribu) tersebut saya kembalikan ke Jestro S tanpa potongan serupiah pun” Ungkap Rieni sambil tersenyum.

Dalam proses penyelesaian urusan di KOMNAS HAM Perempuan tersebut Rienike berharap agar dirinya mendapatkan perlindungan hukum dan HAM.

“Saya berharap agar KOMNAS HAM Perempuan memberikan perlindungan hukum dan HAM kepada saya agar hak saya sebagai warga negara dapat dihargai dan dihormati dan dan agar saya dapat menjalankan aktivitas sesuai tanggung jawab khususnya sebagai fungsionaris Partai EMAS sekaligus hak untuk mendapatkan jaminan keamanan”, Harapnya.

“Senada dengan itu agar KOMNAS HAM Perempuan dapat menegaskan kepada Pejabat Elit Partai Emas untuk menerima kader yang bermoral bukan kader yang memiliki pikiran yang dapat merusak anak bangsa” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *