Prof Dr Dailami Firdaus Sampaikan Rasa Prihatin Atas Kejadian Tewasnya 6 Pengawal IB HRS

ZONAINDONESIA.ID-  Saya sebagai Ketua Dewan Pembina Badan Kontak Majelis Taklim ( BKMT ) Pusat, Menyatakan rasa Prihatin dan miris dengan kejadian tewasnya 6 orang Pengawal IB HRS, disaat rombongan sedang melakukan perjalanan untuk melaksanakan pengajian subuh dan didalamnya juga terdapat balita.

Ini diluar rasional saya, Karena mereka yang menjadi korban bukan teroris.

Teganya sampai petugas melakukan penembakan yang menyebabkan terbunuhnya 6 orang pengawal IB HRS.

Apakah itu benar – benar harus dilakukan ? kenapa tidak dilumpuhkan saja, atau apakah sudah diberi peringatan sebelumnya ? para korban mengawal ulama bukan mengawal teroris atau bandar narkoba.

Apabila benar terjadi penghadangan oleh petugas, tentu ini sudah sangat menyalahi aturan, karena penghadangan yang dilakukan dijalan tol atau jalan bebas hambatan tentu akan mengangu penguna jalan lainnya dan dapat menimbulkan kecelakaan yang mengancam keselamatan orang.

Apakah petugas sudah menunjukan identitasnya kepada para korban sebelum mengambil opsi menembak para korban ?

Apalagi dari pihak kepolisian menyatakan tidak ada petugas yang terluka dan semua dalam kondisi baik, bila terjadi penyerangan, bahkan sampai penembakan tentunya terjadi kontak fisik dahulu atau tindakan kekerasan lainnya ?

Lalu dimanakah titik kejadian sesungguhnya, karena menurut pihak FPI korban diculik, artinya bisa jadi peristiwa penembakan tersebut terjadi ditempat berbeda.

SOP dalam penguntitan ini pun menjadi pertanyaan masyarakat khalayak banyak, kenapa bisa sampai ketahuan ? dan mengakibatkan peristiwa penembakan.

Kesimpangsiuran informasi ini harus segera diselesaikan dan menurut saya, harus segera dibuat Tim Investigasi Independent untuk mengungkap peristiwa ini.

Seharusnya polisi tidak gegabah dalam menggunakan senjata. Karena saya sangat yakin pendukung Habib Rizieq cinta damai dan tak dibekali senjata.
“Harus diusut tuntas,”
Jika tindakan yang dilakukan berlebihan, maka polisi telah melakukan abuse of power dan disini.

“Kapolda harus bertanggung jawab,”
Menurut Bang Dailami sapaan akrab Prof. Dr. H. Dailami Firdaus Ketua Dewan Pembina BKMT ( Badan Kontak Majelis Taklim ).

Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi Polri, tugas aparat keamanan adalah mengayomi masyarakat, jadi setiap tugas yang melibatkan masyarakat sipil harus terukur dan jelas, agar tidak menyalahi prosedur.

Apalagi masyarakat saat ini membandingkan bagaimana sikap aparat keamanan yang keras terhadap warga sipil dan nyaris terlihat lemah ketika berhadapan dengan separatis yang jelas – jelas mengancam kedaulatan bangsa.

Kepada keluarga korban yang ditinggalkan saya ucapkan duka cita sedalam – dalamnya dan semoga diberikan keikhlasan dan kesabaran. Tutup Bang Dailami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *