PANDAWA UMAT APRESIASI KPK TANGKAP MENTERI KKP DAN TERSANGKAKAN MENSOS

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- KPK dalam beberapa minggu terakhir mampu menunjukan tajinya dalam membongkar kasus dugaan Korupsi yang dilakukan oleh para pejabat negara. Setelah KPK melakukan OTT terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo, KPK kembali mentersangkakan Menteri Sosial Juliari P Batubara (JPB), Sikap KPK ini diapresiasi oleh PANDAWA UMAT Research dalam upaya pemberantasan Korupsi di Indonesia.

PANDAWA UMAT melalui juru bicaranya Samtidar Tomagola mengungkapkan “Kita patut angkat topi untuk KPK yang dalam beberapa minggu ini bisa menangkap dua orang Menteri. Pertama Menteri KKP di OTT di Soekarno Hatta dan yang kedua Mensos ditetapkan menjadi tersangka. Jujur kita akui bahwa Ini langkah berani KPK yang mulai menyasar Pejabat tingkat Elit di Republik ini. Kita berharap dugaan korupsi yang dilakukan oleh dua menteri tersebut bisa dibongkar tuntas oleh KPK sampai ke akar akanya. Kalau perlu dahan batangnya semua bisa diungkap secara tuntas” kata Samtidar.

Untuk Diketahui Edhy Prabowo terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 25 November 2020 dini hari di terminal 3 Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Penangkapan tersebut atas dugaan kasus korupsi dalam penetapan izin ekspor benih lobster.

Lebih lanjut Samtidar mengungkapkan bahwa “kita bangga pada KPK karena setelah menteri Eddy Prabowo di OTT, kali ini KPK berhasil menunjukkan taringnya, menggiring pejabat Kemensos hingga dipakaikan rompi oranye pada menterinya dinihari tadi adalah sebuah langkah kongkrit jitu dan berani dalam upaya pemberantasan korupsi. Langkah semacam ini jangan berhenti sampai disini, tapi semua kementerian juga harus diawasi agar korupsi benar benar bisa diberantas secara perlahan lahan” sambungnya lagi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Sosial Juliari P Batubara (JPB) sebagai tersangka kasus dugaan suap bantuan sosial penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek di tahun 2020. Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut atas operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Jumat 5 Desember 2020 dini hari.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron yang menerangkan bahwa saat ini pihaknya tengah kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Kementerian Sosial yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 2 Desember 2020 dini hari.

“KPK mengamankan beberapa orang yang diduga merupakan pejabat Kemensos berkaitan dengan tindak pidana korupsi pelaksanaan bantuan sosial COVID-19. Hingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” ujar Ghufron kepada awak media Sabtu, 5 Desember 2020.

Lebih lanjut Pandawa Umat Berharap bahwa KPK harus berani membongkar permainan Bansos sampai Tuntas. Karena ada jaringan mafia yang bermain dalam pengadaan bansos tersebut.

“KPK mesti berani mengungkap permainan dan jaringan mafia anggaran dalam pengadaan Bansos mulai dari Pemasok, Pemodal, Penguasa, dan Pemain dalam yang menyebabkan kerugian negara sampai triliunan rupiah” tambah GusTom sapaan akrab Samtidar Tomagola.

Samtidar menambahkan “bahwa Pandawa Umat bahkan mencium ada gelagat tidak baik dari beberapa oknum pejabat kita yang bermain main dengan Pandemi Covid 19 ini. Ada semacam upaya “membisniskan corona” ini dalam segala hal untuk bisa menjadi anggaran, baik itu pada Bansos, Alkes, bahkan juga dalam penyusunan UU. Maka kita sebagai masyarakat harus peka dan jeli meneropong, sambil ikut mengontrol jika terjadi hal yang mengganjal sebaikanya kita sampaikan pada KPK untuk melakukan audit atau memeriksa pihak pihak terkait yang terindikasi bermain main dengan anggaran disaat Bangsa dilanda Covid 19″ tutup Jubir Pandawa Umat Samtidar Tomagola kepada Awak media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *