Webinar Forum Diskusi Publik “Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Kedaulatan Maritim Indonesia”

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Ditjen IKP Kemkominfo RI bekerjasama dengan DPR RI menggelar Webinar Forum Diskusi Publik dengan Tema :
”Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Kedaulatan Maritim Indonesia” Melalui Zoom Cloud Meeting dan di siarkan live youtube SwaraSenayan http://www.youtube.com/watch?v=XMxJM-M7Mm4,Kamis, 03 Desember 2020.

Menghadirkan narasumber Hillary Brigitta Lasut, SH., LL.M. (Anggota Komisi I DPR RI),Prof. Henri Subiakto (Staff Ahli Kementerian Kominfo RI) dan Moh. Haerul Amri (Waketum PP GP Ansor)

Narasumber pertama di sampaikan oleh Prof Hendri,beliau katakan “Sejarah Maritim memiliki jejak kebesaran yang sangat membanggakan, sejak jaman nenek moyang kita Bangsa Indonesia telah mengarungi laut , berlayar dan berdagang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Sejak dahulu laut adalah sarana yang telah menyatukan nusantara, zaman kejayaan Maritim nusantara, keberadaan kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Gowa, Samudera Pasai di Aceh dan banyak kerajaan lain di Indonesia.

Persoalan Maritim kita, perompakan, illegal Fishing, eksploitasi sumber daya, konflik nelayan dan ancaman transnational crimes di perairan Indonesia masih sering terjadi.

Selain itu juga masalah pulau pulau terluar dan perbatasan.
Persoalan utama dalam konteks posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yaitu kebijakan nasional tentang pembangunan negara kepulauan yang terpadu belum optimal dalam implementasi keterkaitan antar sektor kelautan, kesadaran Indonesia sebagai negara kepulauan masih lemah dan lemahnya ketahanan matra laut.

Ancaman asing juga mengancam Indonesia karena belom optimalkan peran pertahanan kelautan Indonesia.

Lima Pilar poros maritim Dunia yakni Pembangunan kembali budaya Maritim Indonesia, Komitmen menjadi dan mengelola Sumber daya laut, komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas Maritim dengan membangun tol laut, diplomasi Maritim, membangun kekuatan pertahanan Maritim.

Generasi muda menjadi pilar penting ikut menjaga kedaulatan Maritim, belajar secara mendalam seluk beluk Maritim, selalu berkreasi dan mencari peluang yang ada serta menjadi bagian dari penjaga kedaulatan Maritim Indonesia , tutup Prof Henri.

Narasumber kedua di sampaikan oleh Hillary Brigita Lasut selaku anggota termuda DPR RI dari Fraksi Nasdem.

Beliau mengatakan, “Indonesia dikenal sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Selain negara kepulauan, Indonesia disebut juga negara maritim.

Wilayah Indonesia sendiri mencapai 1,905 juta km² dan terbentang dari Sabang hingga Merauke. Selain Indonesia, ada juga negara kepulauan lainnya, yakni Madagaskar, Papua Nugini, Jepang, Filipina, hingga Selandia Baru.

Indonesia menjadi pusat poros Maritim dunia.

Generasi muda harus terlibat dalam pembangunan Maritim Indonesia ,harus bisa berkreasi, memanfaatkan peluang Maritim yang ada di Indonesia , tutup Hillary.

Narasumber terakhir yakni Moh.Haerul Amri selaku Waketum PP GP Ansor, beliau sampaikan bicara sebetulnya apa yang sudah di sampaikan Prof Henri dan Hillary sudah cukup materinya ,saya di sini hanya menambahkan saja,bicara tentang laut Allah berfirman di QS An Nahl ayat 14″ Dan Dialah Allah yang menundukkan lautan untukmu agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan) dan kamu keluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai, kamu melihat bahtera berlayar padaNya, supaya kamu mencari keuntungan dari karuaniaNya dan supaya kamu bersyukur.

70% wilayah Indonesia adalah laut dan merupakan potensi yang sangat luar biasa bila di kelola secara maksimal.

Indonesia punya segitiga terumbu karang dunia yang menjadi rumah bagi sekitar 1600 spesies hewan laut, Indonesia sebagai penghasil terbesar ke 3 setelah China dan India, sekitar 6,10 juta ton/tahun.

Bicara laut, Indonesia paling hebat, kekayaan laut melimpah, yang di ketahui saja bila di konversi mencapai 1772 triliun ( data P2O LIPI).

Persoalan nya sederhana, Bangsa kita meninggalkan laut untuk di kelola secara all out, yang urus laut hanya minoritas nelayan, sedangkan pemerintah sibuk dengan penelitian, bahkan tidak maksimal.

Kita lupa bahwa nenek moyang kita adalah pelaut , kita dulu tanggug, jaya di laut, karena Indonesia negara kepulauan namun laut tidak di urus secara serius .

Generasi muda yang lebih dari separuh populasi Indonesia berjumlah 85,4 juta kita ajak untuk urus sumber daya laut.

Pemuda bisa menjadi pelopor gerakan ekonomi maritim dengan menjadi Nelayan atau terlibat mendukung serta membangun industri kelautan termasuk pariwisatanya, mengembangkan diri dalam peningkatan SDM kelautan, dan ambil peran dalam pengembangan digitalisasi teknologi, mengembangkan star up di bidang kelautan dari hulu sampai hilir.

Minimal generasi muda paham akan hal hal kelautan dan kemaritiman dengan menjaga biota laut, tidak merusak terumbu karang jika sedang wisata laut, memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan laut serta kita gotong royong membangun industri Maritim, tutup Haerul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *