BATALKAN CALLING VISA ISRAEL

ZONAINDONESIA.ID- Kebijakan pemerintah Indonesia membuka kembali calling visa untuk warga Israel menuai protes keras.

Sebab, keputusan itu akan melukai hati Bangsa Palestina yang tengah berjuang meraih kemerdekaannya. Menurut Bang Dailami

Menurut informasi beberapa media, pemerintah telah memberlakuan calling visa untuk warga israel sejak 23 November 2020 lalu.

Aktivasi calling visa bagi Israel dapat dilihat di laman resmi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu).

Di halaman tersebut dinyatakan, bahwa warga negara asing (WNA) dari sembilan negara dapat mengajukan calling visa jika ingin masuk ke Indonesia dan Israel termasuk dari sembilan negara tersebut.

Sedangkan sama sama kita ketahui bahwasannya Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatic.

Dengan dalih bahwa banyak terdapat para ahli dan untuk menarik investor bukan berarti pemerintah bisa langsung memberikan calling visa tanpa melihat bagaimana reaksi dimasyarakat dan melupakan sejarah.

Terlihat sangat jelas pemerintah akan diangap gagal menerapkan UUD 1945 dimana pada pembukaan jelas ditulisakan, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Ini jelas merupakan perintah konstitusi tidak bisa bekerjasama dengan penjajah dengan kolonialis dalam hal ini termasuk juga dengan ISRAEL yang telah melakukan penjajahan kolonialisme terhadap tanah palestina. Tegas Bang Dailami sapaan akrab Prof Dailami Firdaus, Ketua ICMI Orwil DKI Jakarta

Apabila ini tetap diteruskan dan calling visa bagi Israel diaktifkan kembali oleh Pemerintah Indonesia.

Artinya dimana komitmen pemerintah dalam pelaksanaan pembukaan UUD 1945 tersebut ?

Jelas pemerintah telah mencederai seluruh elemen bangsa yang menjunjung tinggi kemerdekaan dan menolak segala bentuk penjajahan.

Karena kiita sama sama ketahui saat ini Bangsa Palestina yang sedang berjuang mengambil haknya untuk terbebas dari invansi Israel.

Saya heran kenapa tiba-tiba ditengah kondisi pandemi Covid 19 seperti ini, pemerintah justru membuka dan menyelipkan Israel sebagai negara yang bisa masuk ke Indonesia tanpa mempunyai hubungan diplomatic ? Ujar Bang Dailami

Saya berharap masalah ini harus diselesaikan dan dituntaskan dan saya meminta kepada pemerintah agar kebijakan ini segera dihentikan.

Harus dibatalkan rencana untuk pembukaan yang disebut sebagai calling visa bagi ISRAEL agar tidak menimbulkan kegaduhan kegaduhan yang seharusnya tidak perlu.

Rakyat Indonesia pada umumnya dan wabil khusus umat Islam di Indonesia yang mempunyai komitmen terhadap negara palestina merdeka tentu akan bereaksi dengan kebijakan CALLING VISA untuk ISRAEL.

Harus diingat bahwa kita juga mempunyai komitmen didalam berbagai organisasi Internasional untuk tetap memperjuangkan palestina merdeka sesuai dengan harapan para Founding father dan pendahulu kita.

Dan Negara Palestina adalah satu-satunya negara peserta Konferensi Asia Afrika di Bandung yang belum mengecap kemerdekaan sampai sekarang.

Bahkan Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap.

Jika Palestina bisa berkomitmen kepada Republik Indonesia dengan mengakui kemerdekaan Indonesia, bahkan sebelum Negara yang lain mau mengakui kemerdekaan Republik Indonesia.

Kenapa pemerintahan kita tidak dapat melaksanakan komitmennya, justru malah bersikap sebaliknya.

Sekali lagi kepada pemerintah untuk menghentikan dan membatalkan rencana penerapan calling visa bagi Israel. Tutup Bang Dailami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *