Penganiayaan Dengan  Perencanaan inisial  DHP atas Instruksi NM, Korban Penyerangan  Mami Isa Zega di duga DHP Terkena Pasal 353 ayat 1 atau 2  KUHP Dengan Ancaman 12 Tahun Penjara.

Penganiayaan Dengan Perencanaan inisial DHP atas Instruksi NM, Korban Penyerangan Mami Isa Zega di duga DHP Terkena Pasal 353 ayat 1 atau 2 KUHP Dengan Ancaman 12 Tahun Penjara.

ZONA INDONESIA.ID JAKARTA,(01/12/20) Kedatangan Devi Kailuhu di dampingi Yulius sebagai Kuasa Hukum nya,dan Budiyanto Tahapary, Rekan keluarga Devi Kailuhu ( DK ),kemarin Senin (30/11/2020) pkl 13.00 mendatangi Polsek Pancoran guna pemeriksaan Berkas Acara DK Sebagai saksi yang menerima perintah order dari seseorang yg membayar nya berinisial DHP, dengan bukti Transferan sejumlah uang atas Pelaporan DHP dkk di polsek pancoran, tanggal 27/11/2020 dengan pasal 353 KUHP yang memuat penganiayaan dengan perencanaan terlebih dahulu.” tutur Budiyanto Tahapary ( surat pelaporan terlampir )

Yulius Irwansyah SH,MH sebagai Kuasa Hukum dari DK menambahkan, DK memberikan keterangan yang sebenarnya bahwa itu bukan kejadian biasa,ini ada unsur perencanaan, mereka melakukan pemukulan di karenakan ada nya order, order itu di dapat dari seseorang rekanan mereka sendiri dan menurut keterangan orang yang memberi order itu diberikan oleh orang lain lagi,yang saat ini mungkin seperti publik figur ( artis ) “ucap Yulius.

Pemberian order itu ada motifnya yang motifnya ketersinggungan si pemberi order, kepada Mami Isa Zega dikarenakan Mami Isa Zega menjelek jelekan Dia (pemberi order),itu menurut ceritanya Tommy,

Dasarnya penjelasan pada malam ini (Senin Malam, 30/11/2020)
sebagai kuasa hukum DK menuturkan kepada para media “lebih membuka fakta yang sebenarnya,terkait peristiwa hukum yang terjadi atas pemukulan terhadap mami Isa Zega di kalibata City waktu lalu,kita berharap proses penyidikan dari pihak kepolisian dapat mengembangkan apa yang terjadi dengan bukti yang kita miliki, seperti keterangan saksi saudara Tommy kemudian adanya Bukti Tansfer sejumlah Uang dari Rekening atas nama DHP.” pungkasnya.

Tentu dalam hal ini kejahatan punya motif dari motif inilah sebenarnya DHP tidak ada hubungannya dengan mami Isa Zega,juga tidak ada hubungannya dengan saudara Tommy serta kawan kawannya,
kemungkinan motif inilah yang harus pihak penyidik dapat mengungkap tabir semua nya.

Bahwa DHP dapat dijerat dengan KUHP Pasal 353 ayat 1 yaitu Penganiyaan dengan perencanaan ancaman kurungan selama 12 tahun penjara, tegas kuasa hukum DK kemudian menambahkan, “untuk saat ini yang dilaporkan hanya DHP terlebih dahulu,kita berharap proses penyidikan nanti lebih lanjut dapat mengembangkan dan mengungkap apa yang terjadi sebenarnya” ucap Yulius.

Pemeriksaan akan dilanjutkan kembali hari Kamis, 3 Desember 2020, untuk pemanggilan beberapa saksi yang dapat memberikan keterangan, mengenai ancaman yang dapat menjerat DHP dkk,dengan KUHP psl 353 ayat 1 ancaman hukuman 12 tahun penjara.”tambahnya.

Begitu juga awak media menanyakan kepada Sdr DK sebagai saksi setelah usai pemeriksaan ( BAP ) oleh penyidik, DK mengatakan ” Dia di berondong sebanyak 14 pertanyaan, oleh pihak penyidik, antara lain pertanyaan yang hanya DK ingat, saat itu antara lain, pengakuan kepada para Media, DK mengatakan memberi contoh dan dia meniru ucapan saat penyedik menanyakannya… siapa yang kasih orde tersebut…? untuk kasih perintah pemukulan terhadap Mami Isa Zega….dan saya jawab saya sebut kasih nama pemberi order……kepada penyidik
Siapa yang di pukul…….
Dimana terima uang nya saat itu…….
Kejadian dimana………
dan lain lain.”tutur DK
kepada para wartawan dan ke 14 pertanyaan semuanya dapat dijawab walupun DK tidak dapat menutur ulang saat di BAP, di hadapan wartawan tuturnya.

dilain sisi kutipan Informasi di dapat melalui info Whattsapp Budyanto Tahapary sebagai Rekan Saksi dan Tersangka DK dan HK, kepada awak media yang berupa Surat Pernyataan atas Riwayat Sejak Awal order yang sejelas jelasnya Melalui Team KUASA HUKUM ESL plus Bris dan Partners Yulius Irawansyah SH,MH.
antara lain ;
a.Adanya pemeriksaan Berkas Acara tambahan Sdr Arnold Waas sebagai Tersangka adalah sudah di periksa oleh pihak penyidik namun belum di tandatangani saudara Arnold Waas

b.Pemeriksaan Saksi DK sejak dari Pkl 13.00 Wib – 19.45 Wib agar keterangan yang diberikan DK dapat mengarah kepada Konstruksi Hukum atas Aktor Intelektual putus dan hanya sampai di Pelaku dan tersangka namun upaya tersebut gagal total karena akhirnya nama NM muncul dan BAP atas nama DK dapat di tanda tangani.

c.Saksi atas nama HK yang sudah diperiksa sejak Jam 13.00 – 19.45 Wib,pada akhirnya diatur sesuai jadwal Surat Pemanggilan. ke 1 resmi diatas, karena Konstruksi Hukum yang ditanya-jawabkan tidak sesuai dengan fakta bahwa NM tidak mau bertanggung-jawab karena Korban Tidak Cacat.
Hasil informasi yang di dapat, para wartawan yang dikutip melalui pesan singkat yaitu Whattsapp berupa Ungkapan dari pihak Saksi yang di Wakili Rekan Budiyanto Tahapary hari Senin Malam,30/11/2020.
( ari.zmn )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *