Anak petani kelapa meminta Pemerintah Memperkuat Konsep Pemberdayaan Bukan pelarangan Ekspor Kelapa.

ZONAINDONESIA.ID- Pada tanggal 17 November 2020 Komisi IV DPR RI dalam rapat dengar pendapat bersama eselon I Kementerian Pertanian di Gedung DPR, Jakarta, Ketua komisi IV Sudin minta Kementan atur larangan ekspor kelapa karena kekurangan bahan baku. Dalam Pernyataan tersebut mendapat respon dari Rahmat hidayat yang merupakan Anak petani kelapa dan juga Anggota Sahabat Kelapa Se Indonesia menyatakan tidak sepakat dengan rencana pemerintah dalam pelarangan ekspor kelapa ke luar negeri dan dia mengajak anak petani kelapa untuk bersatu menolak rencana pemerintah atur larangan ekspor dengan alasan kekurangan bahan baku.
Menurut Rahmat alasan tersebut tidak mendasar, hanya mendengarkan data dari pihak tertentu. Apabila ekspor kelapa mentah di larang tentu ini sangat merugikan petani kelapa, sebab harga kelapa tidak stabil dan tidak ada perbandingan harga/persaingan usaha di lintas pengusaha kelapa di dalam Negeri, dengan kondisi Covid-19 saat ini seharusnya pemerintah tidak mengevaluasi terkait kebijakan ekspor yang saat ini mulai berjalan dengan bagus, serta ekonomi masyarakat petani kelapa mulai membaik ditengah Covid-19 seharusnya eskpor di buka seluas-luas, diketahui harga kelapa saat ini mencapai Rp. 2.200 diterima petani tentu ini akan mensejaterakan Petani kelapa.
Rahmat Berharap kepada pemerintah untuk memperkuat konsep pemberdayaan dengan mengembangkan dan merevitalisasi Kelapa baik pada sektor hulu, hilir maupun kelembagaannya. Karena luas kebun kelapa Indonesia cenderung menyusut sebesar hampir 0,89% tiap tahunnya sejak tahun 1994. Jika di hitung dari luas kebun sebesar 3,5 juta hektar maka di perkirakan secara rata rata 31 ribu hektar kebun kelapa hilang tiap tahunnya selama 26 tahun serta memperbaiki tata niaga ekspor dan diatur regulasinya oleh pemerintah bukan sebaliknya melarang ekspor.

rahmat menambahkan untuk kondisi saat ini tidak tepat untuk pelarangan ekspor kelapa oleh pemerintah karena masyarakat masih memperbaiki perkebunan Dan ekonomi petani kelapa belum stabil dampak dari Covid-19. imbuhnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *