Syarat Menjadi Guru

ZONAINDONESIA.ID-    Oleh :
Agus Fatah
(Pegiat Literasi Lingkungan)

Dikisahkan, dahulu ada seorang anak muda bernama Luqman ingin melamar menjadi guru di sebuah pesantren.
Singkat cerita, Luqman diterima oleh pak Kyai pimpinan pesantren dengan syarat bersedia selama satu tahun menjadi tukang kebun.

Karena keras niatnya menjadi guru, Luqman menerima syarat itu.

Setiap hari ia berada di kebun pesantren. Mencangkul tanah, menyemai benih, menanam, menyirami dan memupuk pepaya hingga tanaman tersebut tumbuh subur dan berbuah lebat.

Akhirnya, hari panen tiba. Buah pepaya yang merah ranum, Luqman serahkan kepada sang kyai. Bersama mereka menikmati. Pak Kyai gembira dan puas. “Selamat, ya kamu berhasil mengolah kebun ini. Kamu diterima menjadi guru di sini,” begitu ujar pak Kyai, usai menikmati pepaya yang manis itu.

Mendengar diterima, Luqman amat senang namun bercampur bingung. Setahun di pesantren tidak diajari teori mengajar, juga tanpa tes mengajar kok bisa diterima.

Melihat Luqman gembira sekaligus tertanya-tanya itu, sang Kyai menyerahkan selembar kertas berisi tulisan sebagai berikut:

*Tukang Kebun Tamsil Dirimu*

Wahai para pendidik mulia di mana saja berada
Tukang kebun adalah tamsil dirimu
Tunas adalah tamsil muridmu

Tanamlah tunas yang diamanahkan kepadamu di tanah keimanan nan subur
Pupuk ia dengan kasih sayang
Sirami ia dengan air tazkiyatun nafs
Pagar ia dengan kesabaran
Sinari ia dengan senyum ceria
Hiasi ia dengan adab mulia
Dan berikan ia nutrisi bergizi ilmu Ilahi

Bersihkan ia dari gulma kemalasan
Jauhkan ia dari hama perusak hati.
Lalu sempurnakan ikhtiarmu dengan doa pada Allah SWT yang kuasa

Jika itu engkau lakukan dengan istiqomah, insyaallah, tunas yang diamanahkan kepadamu akan tumbuh menjadi pohon subur,
nan rindang, berbunga ilmu pengetahuan
berbuah akhlak mulia.
Dan menjadi tempat orang bernaung
berharap kesejukan jiwa dari pohon yang berdaun keramahan dan kerendahan hati
beroksigen ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan.

Jika berbuah tunas yang kau tanam itu, maka hilangkan semua lelah letihmu dan buahnya bisa kau nikmati.

Dan ketika ada yang bertanya, siapakah yang menumbuhkan, membesarkan pohon nan rindang dan berbuah lebat ini?

Maka katakanlah Dialah Allah SWT… Yang menumbuhkan, membesarkan dan mengizinkan pohon ini berbuah.

Jika itu yang engkau katakan
Maka insyaallah pahala dari kesabaran dan keikhlasanmu sebagai tukang kebun telah menanti
Akan disediakan untukmu kebun-kebun nan indah di syurga
Di mana setiap saat engkau dapat memetik nya tanpa harus menanamnya terlebih dahulu

Maka mulai hari ini, pastikan engkau adalah tukang kebun yang sabar dan ikhlas menjaga dan merawat tunas muda yang diamanahkan kepadamu
tak pernah berhenti berdoa dan berharap agar tunas yang kau tanam, tumbuh menjadi pohon subur, berbunga, berbuah penuh berkah

Agar kebun nan indah di syurga kelak menjadi milikmu, Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *