DEDI BATUBARA: MAHASISWA HARUS MENJADI KADER PEMERSATU BANGSA

ZONAINDONESIA.ID, MEDAN- |Anggota DPD RI Dedi Iskandar Batubara, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya. Kali ini pesertanya adalah para mahasiswa baru Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah Sumatera Utara. Acara yang diselenggaakan di Auditorium kampus UMN Al Washliyah pada Rabu (18/11/20) ini dipadati oleh sekira 150 mahasiswa.

Karena masih dalam suasana pandemi, panitia menerapkan aturan rotokol kesehatan yang ketat kepada semua peserta. Sebelum memasuki ruangan, mahasiswa dicek suhu tubuh, diminta mencuci tangan, serta duduk dalam jarak aman.

Tampil bersama Shafwan Adi Umry sebagai pemateri, Dedi Iskandar menekankan pentingnya memahami Pancasila sebagai dasar negara. Dalam pengantarnya, pria yang akrab disapa Bang Dedi tersebut mengatakan bahwa Pancasila lahir dari kesadaran para pendiri bangsa untuk menghargai keragaman. “Tingkat heterogenitas penduduk Indonesia sangat tinggi. Tidak hanya suku, ras, dan golongan. Tapi juga agama, budaya, dan kearifan lokal. Setiap suku tentu ingin agar budaya dan kearifan lokalnya yang dijadikan sebagai dasar negara. Demikian juga dengan semua penganut agama. Pasti mendambakan agar agamanya yang dijadikan sebagai landasan bernegara. Pada titik ini, Pancasila disepakati sebagai dasar negara, untuk mengakomodir kepentingan ideologis semua penduduk,” paparnya.

Lebih lanjut, senator yang juga ketua PW Al Washliyah Sumatera Utara ini menerangkan bahwa Pancasila digali dari semua nilai-nilai luhur agama, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Indonesia, sehingga Pancasila selalu selaras dengan semua nilai-nilai luhur yang dianut dan dipraktikkan oleh masyarakat. “Para pendiri bangsa yang terlibat dalam perumusan Pancasila, memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda. Mereka sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, karena Pancasila bisa menjadi titik tengah sekaligus poros semua keyakinan tentang kebaikan yang dianut oleh masyarakat Indonesia. Aspek historisitas Pancasila ini harus dipahami dengan jernih oleh para mahasiswa agar bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mahasiswa bisa menjalankan fungsinya sebagai kader perekat umat dan pemersatu bangsa,” ujarnya.

Senada dengan Dedi, Shafwan Adi Umry mengingatkan bahwa sebagai dasar negara, nilai-nilai Pancasila harus dipraktikkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, saat ini banyak praktik hidup masyarakat yang tidak lagi sesuai dengan Pancasila. Ia mencontohkan budaya individualisme, materialisme, dan hedonisme yang mulai menjangkiti masyarakat Indonesia modern.

“Saya heran dengan orang yang mengakui Pancasila sebagai dasar negara, tapi hidup dalam budaya individualistik. Tidak mengenal tetangga dan tidak pernah bergaul dengan warga sekitarnya. Tidak punya jiwa gotong royong bahkan untuk hal-hal sepele yang juga berguna bagi dirinya, semisal membersihkan lingkungan, kerja bakti, dan lain-lain. fenomena seperti ini bkan hanya terjadi di film-film Barat, tapi sekarang mudah sekali ditemui di tengah masyarakat Indonesia, terutama yan hidup di wilayah perkotaan,” jelas Shafwan di hadapan para mahasiswa baru.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti paparan pemateri. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya mahasiswa yang mengangkat tangan ketika sesi diskusi dibuka. Semua pertanyaan mereka juga kritis dan tajam. Salah satu peserta misalnya mempertanyakan tentang tafsir Pancasila yang selalu berubah di setiap rezim. Kemudian juga ada yang mengkritisi tentang realitas Pancasila yang selalu dijadikan alasan oleh kalangan tertentu untuk menyerang dan mendiskreditkan kalangan yang lain, dan masih banyak lagi.

Dedi Iskandar dan Shafwan Adi secara bergantian menjawab pertanyaan mahasiswa.baru Kedua akademisi Al Washliyah tersebut berkali-kali mengutarakan rasa bangganya terhadap mahasiswa baru Universitas Muslim Nusantara yang memiliki wawasan luas tentang dinamika kebangsaan. Keduanya meminta agar wawasan itu terus diperluas selama menuntut ilmu di kampus UMN Al Washliyah.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *