ISLAM DAN KEKUASAAN

ZONAINDONESIA.ID- Catatan: Asep masko
Forum Kajian Tajug Kuring

Bagi yang kurang mendalam memahami Islam pastinya akan heran dan atau bingung, kenapa banyak tokoh Muslim yang gigih berjuang ingin Islam berkuasa mengatur semua tatanan hidup manusia.

Apakah keinginan itu murni ambisi pribadi, atau sudah menjadi Visi ajaran..? itulah pertanyaan yang perlu dijawab secara Lugas Tegas Tuntas.

Islam dan Kekuasaan bagaikan Raga dan Nyawanya. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau Raga tanpa Nyawa. Namun sebelumnya agar tidak menjadi rancu serta tidak salah pengertian maka terkait pembahasan ini terlebih dahulu perlu menjelaskan sedikit tentang pengertian Islam dan Muslim.

Islam adalah ajaran keyakinan atau yang sering kita sebut Agama. Selain itu Islam bisa juga diartikan Aturan atau Hukum. Hukum Islam bukan hanya sebatas pidana tapi mencakup semua urusan (Universal). Sehingga lebih jauhnya lagi, Hukum Islam bisa juga diartikan Sunnatulloh (Hukum Alloh), yang dimana umum biasanya menyebut Hukum Alam.

Menurut Sunnatulloh Islam mustahil mati, artinya secara De Jur De Fakto Kekuasaan Islam Absolute serta Abadi. Sampai kapanpun akan senantiasa tetap tegak Diinul Qayyimu. Mustahil ada kekuatan lain sebesar apapun yang mampu merobohkan Kekuasaan Islam. Persis sebagaimana mustahilnya ada kekuatan lain yang mampu menghalangi atau mebendung pergerakan Sunnatulloh (Hukum Alam).

Allah, tidak ada Tuhan hanya Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur. Segala yang ada di langit dan di bumi adalah kepunnyam-Nya. Siapakah yang dapat memberikan pembelaan di hadapan Tuhan tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi, sedangkan mereka tidak ada yang mengetahui sedikitpun seperti ilmu Tuhan itu, kecuali apa yang dikhendaki-Nya. Kekuasaannya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Maha Tinggi dan Maha Besar. Al-Qur’an surat 2 (Al Baqarah) ayat 255.

Firman Allah ini kalau menurut orang sunda terkenalnya dengan sebutan Ayat Kursi (Singgasana). Intinya secara tersirat menjelaskan bahwa secara Sunnatullloh Kekuasaan Islam tetap Absolut Abadi mustahil ada kekuatan lain yang mampu menandingi atau mengalahkan, alhasil senantiasa tetap berdiri tegak, tidak pernah mengantuk apalagi sampai ketiduran. Sehingga kalaulah ada kekuatan lain yang bermaksud untuk melawan atau menentang Kekuasaan Islam maka cepat atau lambat pasti akan mendapat sanksi sebab Islam sedikitpun tidak pernah Lalai Abai.

Muslim adalah para pemeluk ajaran Islam, atau yang biasa umum menyebutnya Umat Islam. Sekarang ini nasib Umat Islam sedang ada dalam genggaman kekuasaan lain (Non Muslim). Karena itu sekarang ini Umat Islam bisa dikatakan sedang Mati Suri, beda jauh kondisinya dengan Umat Islam pada masa-masa para Nabi contoh seperti pada masa Nabi Muhammad SAW yang telah selesai dalam mewujudkan Visi Kerasulannya yang teraktualisasikan dalam fakta sejarah Futuh Makah.

Sekarang ini Umat Islam plus seluruh manusia dipenjuru bumi sedang hidup diatur oleh sistem Materialisme Monopolisme. Perlu dipahami bahwa istilah Monopolisme yang saya bahas ini tentu diluar kajian ilmu Ontologi, sebab secara Ontologis bahwa istlilah monopolisme itu tidak ada yang ada adalah Monopolistik. Karena menurut Ontologis bahwa monopoli itu adalah sifat bukan isme (paham/ajaran).

Yah saya paham soal itu. Namun demikian maaf kalau dalam hal ini berbeda paham, sebab yang saya bahas ini bukan perilaku monopolistic yang dilakukan oleh orang perorang dalam menguasai soal perdagangan.Tapi yang saya bahas ini adalah cara-cara penguasaan yang dilakukan oleh organisasi besar yaitu Negara yang mengatur plus menguasai semua hak-hak hidup manusia. Sehingga kata monopoli yang saya maksud adalah perilaku atau upaya penguasaan yang didalamnya otomatis sarat Ide-ide dan Gagasan yang terangkum dalam kata “Isme”.

Oleh karena itu sehingga istilah monopolistik yang dilakukan oleh Negara itu bukan lagi sekedar bentuk sifat tapi pengertiannya sudah jauh menjadi sebuah Ilmu tentang Penguasaan semua hak-hak hidup manusia yang terwujud dalam sebuah bentuk sistem. Yang dengan sendirinya sistem tersebut akan banyak melahirkan aturan-aturan yang merupakan turunanya. Dan semua aturan-aturan itu bisa dipandang sebagai Misi dari Visi sistem monopolisme. Dengan demikian sehingga kesimpulannya bahwa istilah materialisme monopolisme itu ibarat Dua Sisi Mata Uang.

Materialisme adalah Mindset yang total mutlak menggantungkan pada kekuatan materi. Sehingga menurutnya bahwa dengan menguasai materi seperti yang termaktub dalam pasal 33 ayat 3 dalam UUD 45 kehidupan umat manusia bisa diatur dengan baik dan benar. Tapi faktanya setelah mengarungi waktu ribuan tahun ternyata apa yang dijanjikan sistem materialisme monopolisme itu hanyalah isapan jempol belaka alhasil gagal total. Sebab faktanya semua Negara satu sama lain saling terkam.

Sampai-sampai setiap Negara butuh biaya yang sangat besar untuk melindungi dirinya dari ancaman-ancaman luar. Akhirnya setiap Negara menjadi terpaksa mengimpikan ingin punya ribuan rudal dan ratusan pesawat siluman dengan alasan demi pengamanan. Sebab satu sama lain tidak ingin termonopoli dan satu sama lain faktanya memang sangat kuat berambisi ingin memonopoli.

Lantas bagaimana nasib rakyat..? terpaksa semua rakyat di Negara manapun wajib terlantar terabaikan sebab selama dalam perjalanan hidupnya Negara senantiasa lebih mementingkan eksistensi performen dirinya. Dan yang paling mengerikan disepanjang perjalanan masanya sistem tersebut seringkali melakukan Judicial Review Revisi Amandemen yang dalam prosesnya tak urung senantiasa menimbulkan percekcokan pertengkaran yang tak jarang banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Yang lebih sadisnya lagi bahwa dengan seringnya melakukan Judicial Review Revisi Amandemen itu kehidupan manusia dengan seenaknya dijadikan kelinci-kelinci percobaan.

Kembali ke pokok bahasan bahwa sekarang ini khususnya semua Umat Islam dibelahan bumi sedang Termonopoli oleh kekuatan lain. Karena itu wajar kalau Organisasi sebesar OKI tidak bisa banyak berbuat. Serta begitupun sebanyak apapun jumlah Umat Islam di muka bumi sekarang ini tetap kekuatannya akan persis laksana Buih di lautan.

Kenyataan ini seyogyanya harus menjadi Refleksi Evaluasi bagi Umat Islam yang secara Sunnatulloh nyata sudah punya konsep yang Bayyanah (jelas) serta Furqon atau beda dengan konsep yang ada hari ini untuk bekal perubahan nasib hingga Allah SWT benar-benar memberikan kekuasaan sebagaimana kekuasaan yang diberikan terhadap para Nabi seperti Nabi Muhammad SAW.

Pendek kata intinya bahwa perjuangan para tokoh Muslim dalam berkeinginan untuk bisa berkuasa itu jelas bukan ambisi pribadi melainkan mutlak itu adalah Visi dari ajaran Islam.
Namun demikian tentu sekarang yang menjadi pertanyaannnya; bagaimana praktek Misi Umat Islam dalam menggapai harapan tersebut..? kalau kita berkaca pada fakta hari ini, diakui ataupun tidak bahwa rasa kekesalan Presiden Prancis Emanuel Mecron pada Umat Islam dengan menghina Nabi Muhammad itu pastinya dilatarbelakangi oleh adanya sebab.

Yang dimana tentu sebabnya itu bukan hanya saja atas kebodohan beliau dalam memahami Islam tapi pastinya ada sebab lain selain itu yang wajib dievaluasi oleh Umat Islam yang notabene sebagai “Ummatan Wasathan” Umat Pilihan serta Adil Penengah.
Sampai-sampai selang tidak berapa lama presiden Amerika yang baru terpilih Joe Biden mengkutip Hadist Nabi dan beliau berjanji akan memperlakukan Umat Islam sebagaimana mestinya seperti keyakinan agama besar lainnya.

Ucapan Joe Biden seperti itu tentu untuk tujuan demi merauk suara Muslimin yang diprediksi akan menjadi suara agama terbesar ke dua di Amerika.

Di samping itu pastinya untuk meredam reaksi kemarahan Umat Islam pada Emanuel Macron. Dan intinya untuk menarik simpati Umat Islam sedunia yang nasibnya sedang Termonopoli oleh kekuatan lain. Karena itu sebagai Umat Islam wajib waspada serta wajib punya keyakinan bahwa “kekuasaan itu mustahil akan diberikan dari tangan orang lain selain harus diperjuangkan oleh upaya Umat Islam sendiri”.

Seyogyanya sebagai Umat islam dalam menghadapi kenyataan hidup ini harus benar-benar bisa berpikir jernih dan intropeksi, kenapa Islam yang menjadi agama Rahmatan Lilalamin sampai bisa dibenci dimusuhi orang. Apa mungkin sesuatu yang mutlak baik dan benar itu buahnya malah dicaci dibenci orang..? kira-kira hukum balasan semacam apa itu..? yang jelas Allah SWT telah berfirman; Famay ya’mal mitskala dzarratin khairay yarah. Wamay ya’mal mitskala dzarratin syarray yarah. Al-Qur’an surat Az-zalzalah ayat 7-8.

Intinya bahwa sesuatu yang mutlak baik dan benar maka balasannya pasti kebahagiaan. Sebaliknya sesuatu yang mutlak buruk dan salah maka pasti balasannya rasa yang tidak menyenangkan. Gambarannya persis seperti para petani, yang kalaulah mereka telah melakukan pola tanam yang baik dan benar maka dirinya pasti akan memetik hasil yang membahagiakan. Sebaliknya bagi mereka yang telah menterapkan pola tanam yang buruk dan salah maka pasti balasannya adalah kerugian.

Begitulah pastinya Sunnatulloh yang mustahil keliru dalam memberi balasan. Sebab memang logika sangat meyakini bahwa mustahil akan terjadi pergantian Rasa Madu dengan Rasa Empedu. Maka kamu sekali-kali tidak akan mendapati (menemukan) pergantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak pula akan menemukan penyimpangan bagi sunnah Allah itu. Al-Qur’an surat 35 (Fathir) ayat 43.

Sekarang ini di pelosok bumi banyak yang alergi mendengar Islam. Bahkan Islam dipandang momok yang sangat menakutkan. Terlepas apakah tuduhan-tuduhan negatif itu lahir atas produk konspirasi, yang jelas bahwa semua tuduhan negatif itu sedapat mungkin cepat atau lambat harus bisa dijernihkan dengan jalan merubah nasib jangan sampai terus jadi umat yang termonopoli.

Dengan kata lain sebagai Ummatan Wasthan seyogyanya harus mampu berkuasa. Yaitu suatu kekuasaan yang wajib ditempuh dengan cara-cara yang baik dan benar, dengan cara-cara yang Elegan, dengan cara-cara yang ligitimit yang kebenarannya mutlak bisa diterima logika semua orang, demi untuk membuktikan bahwa Islam layak diakui diyakini mampu menata mengatur kehidupan umat manusia secara komprehensif dengan baik dan benar.

Dan berjagalah pada sebagian malam untuk melakukan salat tahajud, sebagai ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhanmu mengangkatmu ke tingkat yang terpuji. Dan katakanlah “Ya Tuhanku! Masukanlah aku melalui gerbang kebenaran, dan keluarkanlah aku melalui gerbang kebenaran pula. Dan berilah aku kekuasaan yang dapat menolongku”. Dan katakanlah! Kebenaran pasti datang kepalsuan pasti lenyap. Sebab yang palsu sudah mestinya lenyap”.

Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 79-81.
Jika pertolongan Allah dan kemenangan sudah datang, dan kamu lihat manusia berduyun-duyun masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, dan mohonkanlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Al-Qur’an surat An-Nashr (pertolongan) ayat 1-3.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *