Futi Thurfah Nada : Sosok Ayah Puadi Jadi Inspirasi Hidup

ZONAINDONESIA.ID- Setiap orang pasti memiliki tokoh yang berpengaruh dalam hidupnya. Dan tidak jarang, tokoh yang menginspirasi kita dapat membentuk pribadi kita yang sekarang ini. Begitu pun denganku. Ada banyak tokoh yang berpengaruh dan menjadi inspirasiku, salah satu di antaranya adalah ayahku.

Namanya Puadi. Lahir dari keluarga sederhana di Bekasi, pria kelahiran 1974 ini memiliki pribadi yang supel, ramah, dan tegas. Sosoknya yang suka bercanda membuat banyak orang senang bercakap-cakap dengannya.

Ya.. meskipun kadang selera humor kami berbeda. Beliau adalah orang yang sangat peduli dengan kesehatan keluargaku. Terkadang, aku risih mendengar nasihatnya. Namun aku tahu, itu bentuk pedulinya beliau terhadap kesehatanku.

Bila ada waktu yang pas, terkadang beliau suka bercerita tentang masa mudanya dahulu. Ini adalah satu cerita yang paling sering kudengar darinya. Dulu, karena masa SMP nya yang sangat sibuk berperan aktif dalam organisasi dan tidak fokus di akademik, beliau mendapat NEM Ujian Nasional yang bisa dibilang sangat rendah, yaitu 19.

Beliau harus masuk ke SMA dan kelas dengan akreditasi terendah di Bekasi. Walau sedih dan kecewa, saat itu beliau tidak berputus asa. Dia bersungguh-sungguh untuk belajar dan tetap aktif pada banyak organisasi saat itu. Alhasil, beliau mendapat NEM dan peringkat tertinggi di angkatannya. Tidak hanya itu, nilai rapotnya yang bagus membuatnya diterima di dua universitas bergengsi saat itu tanpa harus melalui tes.

Sekarang, beliau sedang menjalankan amanatnya di Bawaslu DKI Jakarta. Ia telah menikahi seorang wanita yang juga luar biasa, yaitu ibuku, dan memiliki dua anak yang masih bersekolah, aku dan adikku.

Kesibukannya dalam menjalankan pekerjaan tidak membuatnya menjauh dari kami. Beliau selalu mau meluangkan waktunya untuk keluarga. Bahkan sering kali beliau memasak makanan untuk kami makan, ikut membersihkan rumah, dan melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wanita pada umumnya. Beliau tidak malu untuk ke pasar dan membeli bahan masakan. “Papa mah dulu biasa masak da, waktu acara pramuka“, begitu katanya.

Dari banyak pengalaman yang telah Ia rasakan, beliau berpesan kepadaku untuk selalu menjaga akhlak yang baik di mana pun, menjalankan perintah Allah, dan tidak mengulangi kesalahannya di masa lalu. Beliau tidak pernah menuntut anak-anaknya untuk memiliki nilai bagus dan berprestasi di akademik, yang beliau inginkan adalah kami bisa menerapkan apa yang telah kami pelajari di hidup kami agar dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *