Majelis Taklim Darul Qutni Menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Majelis taklim, media mencari ilmu agama dan sarana silaturahmi. Media tersebut menjadi trend positif dikalangan pemuda di masa kini. Bahkan mahasiswa-mahasiswi di Era Revolusi 4.0 membentuk majelis taklim sebagai benteng dari akidah ahlu sunnah wal jamaah dan bagian dari cinta tanah air.

Jika majelis-majelis ini diminati dan dibentuk oleh aktivis akademisi di Indonesia maka media tersebut menjadi role model dari pertahanan nasional.

Majelis Taklim (MT) Darul Qutni, majelis taklim yang dibentuk oleh mahasiswa-mahasiswa UIN Jakarta. Majelis itu baru berdiri setahun dan bertempat di Jalan Lapangan Ros Jakarta Selatan.

Biasanya aktivitas majelis tersebut yaitu dengan mengadakan bedah buku dan diskusi ilmiah. Bertepatan dengan hari jadinya, paguyuban tersebut menggelar maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam acara tersebut, tampak hadir Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Ketua Al-Ghanna Institute) dan Ust Syarifudin, S,PdI.
Dalam ceramahnya, Ust. Syarifuddin, S.PdI menuturkan bahwa dengan kita memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Seharusnya kita mengikuti sunnahnya. Beliau menambahkan bahwa jangan hanya kita datang ke acara maulid saja akan tetapi juga harus ada yang dampak setelah acara maulid tersebut yaitu dengan menambahkan sunah-sunahnya di kehidupan sehari-hari.
Adapun Sayyid Yusuf Aidid berkata, “Maulid Nabi merupakan ekspresi cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad Saw, ketika ada wacana acara tersebut ditiadakan maka umat muslim menjadi kering dalam mengekspresikan kerinduan kepada kekasih Allah tersebut”.

“Acara maulid itu melantunkan shalawat kepada Nabi, sebagaimana Imam Qadhi Iyadh mengatakan bahwa shalawat itu wajib dan tidak ada batas waktunya karena hal itu telah termaktub di dalam Al-Quran, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (QS:Al-Ahzab:56), tambahnya.”

Acara tersebut diakhiri oleh doa penutup dari Sayyid Yusuf Aidid. Lalu acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan saling sharing satu sama lain kepada kedua penceramah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *