ANGGOTA DPD RI DEDI ISKANDAR BATUBARA GELAR SOSIALISASI EMPAT PILAR KEBANGSAAN

ZONAINDONESIA.ID– MEDAN: Anggota DPD RI senator dari Sumatera Utara yang juga Ketua PW Al Washliyah Sumut, Dedi Iskandar Batubara, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Kamis (24/9/20).

Bertempat di Aula Kantor PW Al Washliyah Sumatera Utara, acara tersebut dihadiri oleh sekira 150 peserta, yang terdiri dari pengurus dan warga Al Washliyah yang tinggal di sekitar wilayah Medan.

“Pada acara kali ini, saya sengaja hanya mengundang para pengurus dan warga Al Washliyah. Jadi, terkesan bersifat internal. Hal ini disebabkan kondisi pandemi Covid-19, yang mengharuskan kita untuk berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang lain. Karena semua yang hadir pada acara ini sudah saling mengenal, saya harap kita semua bisa lebih tenang,” ujar Dedi dalam pengantarnya.

Berbeda dari biasanya, panitia terlihat agak ketat dalam menerapkan protokol kesehatan kepada semua peserta. Sebelum memasuki aula, semua peserta diharuskan mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah mengisi absesnsi, setiap orang dibekali masker dan hand sanitizer.

Dalam paparannya, Dedi Iskandar menguraikan tentang prinsip-prinsip ke-Bhinneka-an sebagai solusi berbangsa dalam upaya mengatasi bencana pandemi yang melanda dunia.

“Kita tahu bahwa semua negara saat ini sedang mengalami kesulitan akibat pandemi. Dalam kondisi seperti ini, bangsa kita memiliki prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang bisa diterapkan. Artinya, kita utamakan kebersamaan dalam menghadapi kesulitan.

Persis seperti yang dipraktikkan oleh para leluhur kita dulu saat menghadapi derita akibat penjajahan,” ujar Dedi dihadapan para peserta.
Menurutnya, jika para leluhur mampu menyingkirkan ragam perbedaan untuk berjuang bersama menghadapi kesulitan, maka saat ini pun, kita harus bisa melakukan hal yang sama.

Pasalnya, derita yang diakibatkan oleh penjajahan pada sektor ekonomi dan kesejahteraan, hampir sama dengan yang ditimbulkan oleh pandemi. Oleh karena itu, semua masyarakat harus bersatu menghadapinya. Melupakan perbedaan ras, suku, agama, golongan, dan lain sebagainya, untuk bisa saling membantu.
“Langkah paling sederhana yang harus dilakukan adalah, mengenali kondisi orang-orang di sekitar kita. Tetangga, saudara, kerabat, dan sahabat. Jika mereka mengalami kesulitan ekonomi akibat tidak bisa bekerja, maka kita harus memberikan bantuan semampunya. Jangan lihat golongannya apa. Tidak usah pedulikan agamanya apa. Tidak perlu bertanya apakah dia warga Al-Washliyah atau bukan. Jika dia mengalami kesulitan, bantu. Kalau tidak bisa membantu secara finansial, minimal bersimpati dan memberikan dukungan moral,” paparnya.

Pada kesempatan ini, secara khusus Dedi meminta pengurus untuk menggiatkan amal-amal usaha Al Washliyah, supaya bisa menjaga geliat perekonomian masyarakat. “Saat ini sekolah dan kampus libur. Pengajian dan event-event keagamaan juga dibatasi. Pasti banyak saudara kita yang terdampak secara ekonomi. Pada kondisi seperti ini, amal-amal usaha dan koperasi Al Washliyah harus melakukan terobosan, agar perekonomian masyarakat tetap berputar. Misalnya, menciptakan kordinasi di antara warga Al Washliyah untuk saling membeli barang atau jasa yang dimiliki oleh warga Al Washliyah sendiri. Ini bukan ajakan untuk bersifat eksklusif.

Bukan. Tapi ini adalah terobosan agar kita memiliki ketahanan ekonomi di masa pandemi,” Dedi menjelaskan maksud dari ajakannya.
Meskipun berlangsung dalam situasi yang kurang kondusif, peserta tetap terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Antusiasme itu terlihat dari banyaknya peserta yang mengangkat tangan untuk bertanya, ketika sesi diskusi dibuka oleh moderator. Bahkan, panitia harus menambah durasi acara menjadi tiga jam, agar semua peserta bisa mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang mereka ajukan.

Padahal, panitia hanya menjadwalkan acara tersebut berlangsung selama dua jam.
Setelah acara selesai, Dedi Iskandar Batubara masih memberikan waktu kepada sejumlah pewarta untuk menjawab pertanyaan mereka seputar perkembangan politik nasional.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *