KECAM PERNYATAAN PRESIDEN PRANCIS, KETUA ISLAH : MACRON HARUS BERTANGGUNG JAWAB DI MATA HUKUM

ZONAINDONESIA.ID, CILEGON- Ketua umum Ikatan Santri Alumni Al-Hasyimiyah (ISLAH) Cilegon, Muhammad Rizqi Baidullah turut mengecam pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai telah menyinggung umat Islam.

“Setelah mempertimbangkan beberapa aspek dan didorong juga oleh Pernyataan Kemenlu indonesia, MUI Indonesia dan juga Kementrian Agama RI, saya menyatakan secara langsung bahwasanya kami mengecam pernyataan Presiden Prancis yang tidak menghormati Islam dan komunitas Muslim di seluruh dunia.

Pernyataan itu menyinggung lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia dan sangat beresiko memicu timbulnya perpecahan berbagai agama di dunia,” Kata Baid, Jumat (30/10).

Macron melontarkan pernyataan ini sebagai respons atas pemenggalan guru yang membahas karikatur Nabi di Charlie Hebdo, Samuel Paty (47), di Eragny, oleh pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).
“Sekularisme adalah pengikat persatuan Prancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim,” ujar Macron.

Baid juga mengkritik keras pernyataan tersebut. Ia menilai perkataan Macron melukai perasaan umat karena menghina simbol agama Islam.
Menurutnya, kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apa pun.

“Menghina simbol agama adalah tindakan yang sudah sangat melampaui batas toleransi berpendapat dan sekulerisme sebagaimana yang dinyatakan Macron. Macron harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, tidak hanya meminta maaf kepada seluruh umat islam dunia, Macron juga bertanggung jawab di mata hukum” Pertegas Baidullah Ketuw Umum Ikatan Santri Alumni Hasyimiah Regar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *