Hubungan Antara Pertanyaan Anak Dengan Jawaban Orang Tua Terhadap Kesuksesan Anak Oleh : Agus Fatah

ZONAINDONESIA.ID-Dahulu ada seorang anak yang memiliki rasa ingin tahu sangat besar terhadap fenomena disekitar yang dilihatnya.

“Ayah kenapa, air bisa menguap, besi bisa berkarat dan bagaimana caranya membuat tinta”, tanya sang anak.

Sang ayah dengan penuh perhatian mendengarkan pertanyaan-pertanyaan anaknya dan menjawab dengan bijak penuh sayang,

“Anakku yang sholeh dan cerdas, air menguap jika terkena panas. Besi berkarat dan mengelupas. Semua kejadian alami dunia ini adalah kuasa Allah SWT Sang Pencipta.”

Kemudian sang Ayah melanjutkan dengan sebuah nasihat bijak,

“Belajarlah yang tekun dan carilah ilmu dengan sungguh-sungguh. Pasti Allah akan membimbingmu untuk menemukan jawaban atas pertanyaanmu.”

Nasihat dan motivasi dari ayahnya membuat sang anak bersemangat untuk belajar. Dibacanya buku buku karya para ilmuwan Yunani kuno seperti Phytagoras, Socrates, Plato dan Aristoteles.

Si anak yang tumbuh dewasa dalam asuhan ayah yang bijak, seorang ahli farmasi hebat dalam meracik berbagai macam obat, akhirnya termotivasi untuk melakukan percobaan- percobaan. Ia membuat sebuah laboratorium beserta alat-alat kimia.

Berkat motivasi, doa dari sang ayah, dan ketekunannya dalam belajar pemuda ini dikemudian hari menjadi seorang ilmuwan besar dengan karya yang mendunia. Semasa hidupnya ia mampu menulis seratus dua belas buku ilmiah.
Buku-buku karyanya diterjemahkan ke bahasa latin dan bahasa lainnya. Buku-buku tersebut menjadi buku pelajaran di universitas-universitas di Eropa.

Ia adalah seorang ahli ilmu kimia yang gemar melakukan praktek dan eksperimen. Menurutnya, mereka yang tidak melakukan praktek dan eksperimen tidak akan pernah ahli dalam ilmu kimia. Semasa hidupnya ia berhasil membuat cairan seperti cat yang mampu mengurangi karat pada besi. Terinspirasi dari istana Nabi Sulaiman yang tembus pandang, ia berhasil mengubah pasir kuarsa menjadi kaca. Ia juga berhasil membuat tinta yang bisa terlihat ketika malam gelap gulita.

Di Eropa ia di kenal dengan nama Geber.
Siapakah Geber itu? Geber adalah ilmuwan muslim yang hidup sekitar tahun 750 M di Kufah (Irak). Beliau adalah Jabir Ibnu Hayyan yang oleh para ilmuwan terkemuka dinobatkan sebagai bapak ilmu kimia (The Alchemist).

” Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”. (QS : Al-Mujadalah : 11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *