Mengenal Flora dan Fauna Perkotaan

ZONAINDONESIA.ID-  Oleh : Agus Fatah (Aktivis AN NAHL Ecopark)

Bunga-bunga mekar
Indah dan mewangi
Penuh warna warni
Ciptaan Illahi

Burung-burung bernyanyi
Setiap pagi hari
Mereka bertasbih
Kepada Ilahi

Pohon pohon tumbuh
Hijau dan berbuah
Hatiku bahagia mensyukuri nikmatNya
Ya Ilahi Robbii
Tuhan Maha suci
Bimbingan hambaMu
Lestarikan bumi..

Demikian nasyid yang lantunkan Mr. Agus mengawali acara Webinar : Mengenal Flora dan Fauna Perkotaan yang diselenggarakan oleh AN NAHL Ecopark, Sabtu,10 Oktober 2020. Menghadirkan dua orang pembicara : Kak Khoir dari Biodiversity Warriors KEHATI dan Mr. Syarief dari AN NAHL Ecopark.

Kegiatan Webinar ini di selenggarakan di dua lokasi. Lokasi pertama di studio SMP AN NAHL Islamic School dan lokasi kedua di AN NAHL Ecopark.

Acara dibuka dengan pembacaan surat Al-Baqoroh ayat 164 oleh Mr. Agus dan diikuti seluruh peserta webinar. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh Kak Khoir yang menjelaskan tentang keberadaan flora dan fauna perkotaan.

Flora dan fauna berfungsi sebagai pengembang ekosistem, tempat berteduh, penghasil oksigen, indikator udara bersih (kupu-kupu), indikator air bersih, membantu penyerbukan dan membantu penyebaran biji tanaman.

Di daerah perkotaan seperti Jakarta, terdapat 659 flora, 128 jenis burung, 9 jenis mamalia dan Jakarta kehadiran burung burung yang bermigrasi pada waktu tertentu. Demikian Kak Khoir memaparkan penjelasannya terkait keberadaan dan fungsi flora dan fauna di perkotaan yang sangat penting bagi manusia.

Selanjutnya Mr. Syarief hadir mengenalkan penghuni baru AN NAHL Ecopark : Ayam Mutiara.

Dari lokasi Ecopark Mr. Syarief menjelaskan bahwa: ayam mutiara termasuk jenis ayam hias. Ayam Mutiara ini berasal dari Afrika. Dihabitat aslinya ayam ini hidup bergerombol disemak-semak sabana. Ayam ini juga memiliki keindahan bulu dan bentuk yang cukup unik. Ayam mutiara ini berproduksi ( bertelur) hanya di musim hujan saja. Ayam mutiara bertelur disembarang tempat dan tidak mau bertelur pada satu tempat. Dalam sekali bertelur ayam mutiara mampu menghasilkan telur sekitar 20 sampai 35 butir. Ayam mutiara baru bisa bertelur apabila usianya diatas 6-7 bulan.

An Nahl Ecopark memiliki 3 ekor Ayam Mutiara. Ditempatkan di sebuah kandang berukuran 10,5 meter persegi dengan beberapa instalasi agar memenuhi kebutuhan mereka. Instalasi tersebut seperti air mancur dan kolam, tenggeran, area teduh(beratap) dan area berjemur (terkena cahaya matahari langsung). An Nahl Ecopark mendatangkan ayam tersebut agar siapa saja yang datang mendapatkan ilmu baru dalam mengenal satwa. Demikian papar Mr. Syarief.

Kemudian Mr. Syarief melakukan dua percobaan untuk melihat perilaku dan kemampuan terbang ayam mutiara.
Pada percobaan pertama Mr. Syarief yang dibantu Pak Agus (fowl keeper) mencoba memasukkan ayam kate ke dalam kandang ayam mutiara. Ternyata perilaku ayam mutiara ketika kedatangan hewan lain ia berusaha mempertahankan daerah teritorialnya.
Percobaan kedua adalah menerbangkan ayam mutiara. Pada percobaan ini Mr. Syarief mencoba menerbangkan ayam mutiara dan meminta para peserta webinar untuk menebaknya (berapa meter jarak terbang) ayam mutiara. Dari hasil uji coba sebanyak dua kali dan dilakukan pengukuran, ternyata ayam mutiara mampu terbang sejauh 4 meter.
Demikian acara webinar AN NAHL Ecopark dengan tema: Mengenal Flora dan Fauna Perkotaan. Mari jaga keanekaragaman hayati di sekitar kita, karena keberadaan mereka sangat penting bagi kelestarian lingkungan.

Terkait keberadaan AN NAHL Ecopark sebagai wahana edukasi dan konservasi kak Khoir menginformasikan bahwa di AN NAHL Ecopark masih bisa di temukan burung gemak loreng, kupu-kupu graphium agamemnon, papilio polytes, dan satwa-satwa liar lainnya yang keberadaannya di Perkotaan (Jakarta dan sekitarnya) sulit ditemukan.

“Ketika beningnya sungai menjadi kelam
Ketika hijau hutan menjadi gersang
Apabila udara tak lagi menyegarkan, maka manusia akan merasakan akibatnya”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *