Sayyid Yusuf Aidid Isi Kajian Majelis Al Awfiya

ZONAINDONESIA.ID, JAKARTA- Majelis Al-Awfiya’, hari Ahad tanggal 11 Oktober 2020 mengundang Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si (Dosen Agama Islam Universitas Indonesia dan PNJ) sebagai keynote speaker dalam kajian bulanan. Beliau mengulas tentang Habib dan Jejak Ajarannya pada kajian yang berisikan pemuda yang notebene mahasiswa dan aktivis kampus.

PEMBAHASAN

Sayyid Yusuf Aidid, M.Si.
(Dosen UI dan PNJ)
Tema: Habib & Jejak Ajarannya
Ahad, 11 Oktober 2020

Istilah habib (jamaknya adalah habaib), adalah disematkan bagi keturunan Rasulullah ﷺ. Dua jalur keturunan Rasulullah ﷺ adalah melalui dua cucu Beliau, yakni Hasan dan Husein, keduanya adalah putera Ali bin Abi Thalib dan Fathimah Az-Zahra, رضي الله عنهم. Adapun para habaib di Indonesia ini, kebanyakan adalah melalui jalur Sayyidina Husein, dan kebanyakan berasal dari Hadramaut.

Banyak dalil-dalil yang menyebut mengenai Ahlul-Bait beserta keutamaannya, dan banyak pendapat yang menafsirkan maksud dari Ahlul-Bait tersebut. Dari semua perbedaan pendapat tersebut, maka hampir semuanya sepakat, bahwa keturunan Rasulullah ﷺ, dalam hal ini para habib, adalah termasuk dalam Ahlul-Bait.

Hijrahnya Imam Ahmad bin Isa (keturunan Husein bin Ali) dari Kota Basrah ke Kota Hadramaut, Yaman, disebabkan karena kacaunya kondisi politik oleh sekte Qaramithah. Semenjak saat itulah, menjadi salah satu titik awal berkembangnya keluarga habib di Kota Hadramaut. Kemudian, cucu dari Imam Ahmad Al-Muhajir inilah, yakni Imam Alawi bin Ubaidillah, yang mencetuskan Thariqah Alawiyah, suatu jalan lahiriyah dan batiniyah yang akhirnya menjadi kultur keislaman, termasuk di Indonesia saat ini.

Thariqah Alawiyah pun mengalami perkembangan yang pesat pada masa Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi, yang ajaran Thariqah beliau diamalkan oleh Muslimin, khususnya di Indonesia. Kultur Thariqah Ba’alawi termasuk ajaran Aqidah Asy’ariyah dan Fiqih Syafi’iyah, dan para habaib termasuk yang aktif dalam menulis kitab-kitab terkait kultur ini, jugalah yang akhirnya menjadi kultur keislaman Muslimin di Indonesia.

Maka diantara banyaknya teori-teori penyebaran Islam di Indonesia, teori Hadramaut, yakni Islam di Indonesia disebarkan oleh para habaib dari Yaman, termasuk teori yang kuat dan dapat diamati saat ini melalui corak keislaman di Indonesia. Diantara peneliti yang menuliskan mengenai hal ini adalah L.W.C. Van Den Berg.

Penyebutan terhadap keturunan Rasulullah ﷺ mengalami perubahan pada tiap zaman. Seperti pada abad ke-3 hingga ke-7 H., mereka disebut dengan gelar al-Imam. Lalu pada abad ke-7 hingga 11 H., mereka disebut dengan gelar as-Syaikh. Kemudian pada abad ke-11 hingga 14 H., mereka disebut dengan gelar al-Habib hingga kini, dan berlaku juga julukan Syarif atau Sayyid semenjak abad ke-14 H.

SESI TANYA-JAWAB

– Aqidah Ahlussunnah Wal-Jama’ah dalam memandang habib, maka sekurang-kurangnya, mengakui eksistensi keturunan Rasulullah ﷺ.

– Habaib yang tidak mengikuti Thariqah ‘Alawiyah secara utuh, umumnya akan mendapatkan teguran dari para ajdad (kakek-kakek moyang) nya, secara batin.

– Putusnya nasab seorang habib kepada keturunannya, biasanya disebabkan karena ada yang tidak menjaga Kafa’ah dalam pernikahan.

– Dalam prinsip Aswaja, golongan habaib dan awliya’, tidak termasuk orang-orang yang Ma’sum (bebas dari kesalahan apapun), berbeda dengan prinsip Syi’ah. Para habaib dan awliya’, setinggi-tingginya, adalah Mahfuzh (dijaga dari berbuat kesalahan).

– Seorang habib dibolehkan untuk berpartisipasi dalam urusan Politik, selama hal yang dimaksud adalah Islamisasi Politik. Adapun Politisasi Islam, maka tidak diperbolehkan baik bagi seorang habib, atau siapapun secara umum.

– Perselisihan dan perseteruan antar golongan Aswaja, atau antar pendukung suatu ulama/habaib dengan pendukung suatu ulama/habaib lainnya, biasanya disebabkan karena adanya kaum-kaum munafiq pada tiap-tiap golongan tersebut. Tugas kita adalah mendamaikan dan mempersatukan seluruh golongan Aswaja tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *