Seruan MHR Shikka Songge Kepada Junior HMI Di Tanah Air

ZONAINDONESIA.ID, TANGSEL- KEPADA Yth YUNIORKU HMI
SE TANAH AIR.

Jadikanlah diri sebagai kader, yaitu segelintir orang yang terseleksi, terdidik, terpelajar, mempunyai komitmen yang kuat pada visi dan misi, serta memiliki militansi mengawal visi dan misi mencapai tujuan organisasi.

Sebagai kader HMI, maka dinda yuniorku, Tunjukanlah Syahadatmu, karena tidak satupun muslim dan mukmin yang sanggup menyembunyikan imannya dari ruang sejarah diantara langit dan bumi.

Iman, akan terasa bermakna ketika buah iman sanggup diformulasikan menjadi cara berfikir, atau menjadi kerangka dasar pembentukan ilmu, dan setiap ilmu sanggup diformulasikan dalam bentuk akhlaq sebagai wujud dari iman yang merupakan dasar dari gerakan perubahan.

Salam juangku untuk semua yuniorku, dindaku para pengurus, dan Ketum HMI Cabang Se Tanah Air. Semoga selalu tergerak hadir untuk memenuhi panggilan ummat dan bangsa, menciptakan sejarah. Sebagaiman riwayat kehadiran HMI bertujuan mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhohi Allah SWT.

Yakinlah wahai dinda yuniorku, bahwa setiap tapak langkahmu yang mensejarah adalah jihad, dan setiap jihadmu adalah fisabilillah janji Allah. Dan Allah al aziz, al waid, walmutakabbir tak pernah mengingkari Janjinya kepada orang orang beriman.

Jadikanlah kecerdasanmu dindaku untuk hadir dan bernarasi mewarnai ruang public. Publik memerlukan kecerdasan yang menawarkan perspektif tentang keadilan bernegara, pemihakan pada rakyat dan kaum tertindas. Kalau ada Partai di Parlemen yang menolak bahwa keluar dari Ruang Paripurna, itu mengindikasikan, bahwa ada hal fundamental yang mengganggu integritas kebangsaan kita. Kalau ada ribuan kaum buruh bergerak artinya ada hak kemanusiaan mereka yang terganggu. Apakah PKS, Partai Demokrat yang bersikap berbeda dan buruh yang bergerak, mahluk yang tidak punya otak kah ? Tentu tidak.

Sejak kapan pemerintah beroposisi kepada rakyat dan merasa paling benar dari suara nurani rakyat ? Kekuasaan yang mengingkari rakyat adalah kekuasaan yang tidak dilahirkan oleh rakyat. Kekuasaan yang dilahirkan oleh rakyat akan sepenuhnya berkhidmat pada rakyat. Pemerintahan yang dihasilkan rakyat, tentu tidak akan menggadaikan kedaulatan rakyat untuk kepentingan para kapitalis. Jelasnya pemerintahan yang dihasilkan rakyat, hanya berkomiment pada rakyat, dan tidak akan pernah mengingkari dan mengkhianati suara kedaulatan rakyat.

Belajarlah pada negara maju, di mana pejabatnya bahkan Perdana Mentri sekalipun, bilamana berbuat teledor yang merugikan rakyat dengan tulus mereka meletakan jabatan, mengundurkan diri secara terhormat. Hal itu bermakna bahwa mereka pemimpin beragama, mengabdi kepada negara dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.

Di Indonesia justeru sebaliknya. Pejabat negara bermuka tembok tak pernah merasa salah, dan tak pernah merasa malu meski kesalahannya dipertontonkan di ruang public.

Betapa songongnya Pemerintah yang tidak tahu menempatkan posisi sebagai penyelenggara negara yang berkhidmat pada kedaulatan rakyat. Sejatinya mereka pemimpin yang tidak merakyat, karena memang penguasa saat ini bukan dihasilkan oleh suara politik yang sah.

Andaikan adinda yuniorku harus memilih, antara pandangan Presiden atau Pemikiran para ilmuwan, di tengah memudarnya moralitas dan integritas kekuasaan, tentu dengan kesadaran yang tinggi adinda yuniorku pilihlah dan berfihaklah pada pandangan dan pemikiran para ilmuwan. Karena disitulah pertanggung jawaban tertinggi kita kepada Tuhan, Agama bangsa dan negara.

Ciputat 6 Oktober 2020
MHR. Shikka Songge

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *